Selasa, 11 Agu 2026

Penyebab Sejumlah Peserta MOS Meninggal

Rabu, 05 Agu 2015 16:27
dok.Okezone
Sejumlah siswa meninggal dunia saat mengikuti MOS di sekolah.
JAKARTA-Masa orientasi siswa (MOS) seharusnya menjadi wahana agar para peserta didik baru bisa mengenal almamater mereka. Sayangnya, beberapa dari para siswa baru itu justru meregang nyawa saat atau usai mengikuti MOS atau ospek.

Okezone, Rabu (5/8/2015), merangkum beberapa penyebab hidup sejumlah peserta MOS atau ospek berakhir di hari-hari awal masa sekolah dan kuliah mereka.

Kekerasan Fisik

Pemukulan dan penyiksaan lainnya, yang dilakukan senior kepada junior kerap terjadi saat MOS dan ospek. Alasannya sederhana, bila para junior melakukan kesalahan maka para senior memberi pelajaran dengan melakukan tindak kekerasan fisik. Bila tidak menyakiti secara langsung, senior memberikan hukuman fisik yang berat seperti lari dalam jarak jauh di siang hari atau push up hingga puluhan kali.

Kekerasan fisik ini umumnya menjadi penyebab utama para peserta MOS dan ospek meregang nyawa. Agung Bastian Gultom, mahasiswa baru di Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran yang meninggal pada 3 April 2007 lalu akibat penyiksaan oleh seniornya adalah salah satu korban kegiatan ospek yang dilakukan dengan tidak manusiawi.

Kelelahan

Banyaknya tugas yang dibebankan ke peserta MOS membuat mereka akhirnya kelelahan dan meninggal dunia. Senior biasanya memerintahkan para junior membawa banyak barang atau melakukan banyak hal hingga kelelahan.

Seperti pada kasus Muhammad Najib, siswa baru di Sekolah Pelayaran Menengah Pembangunan Jakarta. Pada 2012, Najib meregang nyawa karena mengalami kelelahan berat akibat dipaksa berjalan kaki sejauh 5 kilometer.

Kecelakaan

Terkadang, kematian peserta MOS atau ospek juga diakibatkan kecelakaan. Kasus terakhir yang menimpa Fazri Fauzan (16), misalnya, terindikasi sebagai kecelakaan saat MOS. Selasa, 4 Agustus, Fazri hanyut dan tenggelam saat ingin menolong seniornya yang lebih dulu hanyut terbawa arus sungai di perkemahan.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Senin, 10 Agu 2026 16:46

    Kepergok Drone Saat Angkut 21 Karung Berondolan Sawit, 3 Pelaku Curat Ditangkap di Pelalawan

    PELALAWAN - Aksi pencurian berondolan sawit di areal perkebunan PT PMBN, Desa Lubuk Ogong, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Riau, berhasil digagalkan setelah aktivitas mencurigakan pa

  • Senin, 10 Agu 2026 16:41

    Demo Jalan Lintas Bono Rusak Parah, Pemprov Riau Tawarkan Solusi Cepat Semenisasi

    PEKANBARU-Kerusakan parah Jalan Lintas Bono yang menghubungkan sejumlah desa di Kabupaten Pelalawan kembali menjadi sorotan. Kondisi jalan yang berlumpur dan menyerupai kubangan dinilai telah menggang

  • Senin, 10 Agu 2026 16:39

    Dihadiri Dua Gubernur, HUT Perdana Kodam Tuanku Tambusai Tegaskan Pengabdian Bersama Rakyat

    PEKANBARU - Peringatan HUT ke-1 Komando Daerah Militer (Kodam) XIX Tuanku Tambusai digelar secara sederhana. Syukuran dengan tema Manunggal Bersama Rakyat, Mengabdi untuk Negeri itu, di gelar di Gedun

  • Senin, 10 Agu 2026 16:18

    Plt Bupati Kuansing Ekspos Persiapan Even Pacu Jalur Sudah 85 Persen

    PEKANBARU - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pacu Jalur 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 19-23 Agustus 2026. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati

  • Senin, 10 Agu 2026 16:14

    Lapas Pekanbaru Sambut Peserta Pemagangan Nasional 2026, Kalapas: Momentum Belajar dan Bentuk Karakter

    PEKANBARU-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menyambut peserta Pemagangan Nasional Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Tahun 2026 Angkatan I Batch 2, Senin (10/8/2026).Kegiatan peny

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki