Selasa, 21 Apr 2026

Penyebab Sejumlah Peserta MOS Meninggal

Rabu, 05 Agu 2015 16:27
dok.Okezone
Sejumlah siswa meninggal dunia saat mengikuti MOS di sekolah.
JAKARTA-Masa orientasi siswa (MOS) seharusnya menjadi wahana agar para peserta didik baru bisa mengenal almamater mereka. Sayangnya, beberapa dari para siswa baru itu justru meregang nyawa saat atau usai mengikuti MOS atau ospek.

Okezone, Rabu (5/8/2015), merangkum beberapa penyebab hidup sejumlah peserta MOS atau ospek berakhir di hari-hari awal masa sekolah dan kuliah mereka.

Kekerasan Fisik

Pemukulan dan penyiksaan lainnya, yang dilakukan senior kepada junior kerap terjadi saat MOS dan ospek. Alasannya sederhana, bila para junior melakukan kesalahan maka para senior memberi pelajaran dengan melakukan tindak kekerasan fisik. Bila tidak menyakiti secara langsung, senior memberikan hukuman fisik yang berat seperti lari dalam jarak jauh di siang hari atau push up hingga puluhan kali.

Kekerasan fisik ini umumnya menjadi penyebab utama para peserta MOS dan ospek meregang nyawa. Agung Bastian Gultom, mahasiswa baru di Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran yang meninggal pada 3 April 2007 lalu akibat penyiksaan oleh seniornya adalah salah satu korban kegiatan ospek yang dilakukan dengan tidak manusiawi.

Kelelahan

Banyaknya tugas yang dibebankan ke peserta MOS membuat mereka akhirnya kelelahan dan meninggal dunia. Senior biasanya memerintahkan para junior membawa banyak barang atau melakukan banyak hal hingga kelelahan.

Seperti pada kasus Muhammad Najib, siswa baru di Sekolah Pelayaran Menengah Pembangunan Jakarta. Pada 2012, Najib meregang nyawa karena mengalami kelelahan berat akibat dipaksa berjalan kaki sejauh 5 kilometer.

Kecelakaan

Terkadang, kematian peserta MOS atau ospek juga diakibatkan kecelakaan. Kasus terakhir yang menimpa Fazri Fauzan (16), misalnya, terindikasi sebagai kecelakaan saat MOS. Selasa, 4 Agustus, Fazri hanyut dan tenggelam saat ingin menolong seniornya yang lebih dulu hanyut terbawa arus sungai di perkemahan.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Apr 2026 09:00

    PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang

    Pekanbaru-Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyerahkan uang duka cita kepada keluarga almarhum Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, sebagai bentuk kepedulian dan pengho

  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.