Kamis, 11 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Rektor UGM Minta Maaf karena Lamban Merespons Dugaan Perkosaan

Peristiwa

Rektor UGM Minta Maaf karena Lamban Merespons Dugaan Perkosaan

Jumat, 07 Des 2018 16:03
Detik.com
Yogyakarta - Universitas Gadjah Mada (UGM) mengakui terdapat kelambanan dalam merespons kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa UGM. Karena itu UGM meminta maaf dan berjanji segera menyelesaikan kasus tersebut.

"UGM mengakui telah terjadi kelambanan dalam merespons peristiwa ini (Dugaan pelecehan seksual saat KKN tahun 2017 di Maluku), dan UGM meminta maaf atas kelambanan yang terjadi," kata Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono saat memberikan pernyataan publik di ruang rektorat lantai 2 UGM, Jumat (7/12/2018).

Dilanjutkan Panut, pihaknya juga mengakui bahwa kelambanan tersebut telah memberi dampak serius secara psikologis, finansial dan akademik terhadap penyintas dan terduga pelaku.

"Selain itu, UGM menyadari masih ada budaya menyalahkan korban (Blamming victim), dan budaya itu berdampak pada lambatnya pemenuhan hak-hak korban," ujarnya.

Disinggung mengenai kelambanan menangani kasus tersebut dilakukan dengan sengaja, Wakil Rektor (Warek) Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Paripurna Poerwoko Sugarda menampiknya. Menurutnya kelambanan tersebut karena pihaknya mempertimbangkan banyak hal.

"Apakah ada kesengajaan? Jawabannya adalah tidak, hanya saja asas kehati-hatian itu saya kira jadi pertimbangan utama kami yang membuat proses ini jadi lama, dan UGM mengakuinya serta akan melakukan perbaikan-perbaikan," ucapnya.

"Karena mau tidak mau, ini (Kelambanan penanganan kasus dugaan pelecehan seksual) adalah salah satu sarana introspeksi bagi UGM. Serta untuk melihat kembali tindakan-tindakan, maupun pertimbangan administratif yang selama ini kami lakukan (Dalam menangani kasus dugaan pelecehan seksual)," imbuhnya.

Perbaikan tersebut, dibuktikan Paripurna dengan telah dibentuknya tim penyusun pencegahan dan penanggulangan pelecehan seksual UGM berdasarkan SK Rektor nomor 2044/UN1.P/SK/HUKOR/2018. Ia menilai, dengan adanya tim tersebut membuat UGM lebih cepat menangani kasus berbau pelecehan seksual.

"Sementara ini tim (Penyusun pencegahan dan penanggulangan pelecehan seksual UGM) sudah bekerja. Dengan adanya tim itu saya kira akan lebih mudah bagi kami untuk mengambil keputusan jika terjadi lagi kasus serupa," ujarnya.


(detik.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.