Kamis, 11 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • SNMPTN 2018, Prodi Farmasi dan Manajemen Paling Ketat Persainganya

Kampus

SNMPTN 2018, Prodi Farmasi dan Manajemen Paling Ketat Persainganya

Rabu, 18 Apr 2018 15:37
Okezone.com
Foto: Shutterstock

JAKARTA - Program Studi Farmasi di Universitas Syiah Kuala dan Manajemen di Universitas Negeri Jakarta menjadi program studi yang tingkat keketatan persaingannya paling tinggi pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018.

"Untuk kelompok sains dan teknologi, farmasi pada Universitas Syiah Kuala menjadi yang paling tinggi keketatan persaingannya dengan persentase 0,931 dan untuk kelompok soshum, yakni manajemen Universitas Negeri Jakarta dengan persentase 0,402," ujar Ketua Panitia Pusat SNMPTN 2018 Ravik Karsidi di Jakarta, baru-baru ini.

Untuk kelompok saintek, prodi lainnya yang termasuk ke dalam 10 besar yang kompetisinya ketat adalah pendidikan teknik informatika di Universitas Negeri Yogyakarta, teknik informatika Universitas Padjajaran, aktuaria di Universitas Indonesia, ilmu gizi di Universitas Jenderal Soedirman, farmasi di Universitas Sebelas Maret, teknik informatika di Universitas Hasanuddin, farmasi di Universitas Diponegoro, psikologi di Universitas Sebelas Maret, dan teknik informatika di Universitas Negeri Semarang.

Selanjutnya, untuk kategori soshum yang termasuk 10 besar lainnya adalah ilmu komunikasi di Universitas Negeri Jakarta, Manajemen di Univesitas Negeri Yogyakarta, akuntansi di Universitas Negeri Jakarta, akuntansi di Universitas Negeri Yogyakarta, pendidikan bahasa Inggris di Universitas Negeri Jakarta, manajemen di Universitas Sebelas Maret, manajemen di Universitas Gadjah Mada, sastra Inggris di Universitas Negeri Jakarta, dan pariwisata di Universitas Gadjah Mada.

Sebanyak 110.946 siswa dinyatakan lulus SNMPTN di 85 kampus negeri. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi yang dilakukan oleh panitia pusat dari jumlah pendaftar yang mencapai 586.155 siswa.

Jumlah siswa yang diterima per provinsi yang diterima, yakni Jawa Timur (14.518), Jawa Barat (11.519), Jawa Tengah (9.204), Sumatera Utara (8.079), Aceh (5.282), Sulawesi Selatan (5.168), Sumatera Barat (4.545), DKI Jakarta (4.025), Sulawesi Tenggara (3.734), dan Riau.

Sementara 10 besar siswa yang diterima per PTN adalah Universitas Brawijaya (3.341), Universitas Haluoleo (3.046), Universitas Diponegoro (2.929), Universitas Pendidikan Indonesia (2.563), Universitas Negeri Padang (2.476), Universitas Hasanuddin (2.466), Universitas Tadulako (2.374), Institut Teknologi Bandung (2.359), Universitas Negeri Malang (2.356), dan Universitas Jember (2.325).

(okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Rabu, 10 Jun 2026 16:10

    Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas

    Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama

  • Rabu, 10 Jun 2026 16:08

    KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:31

    Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos

    JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:29

    Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok

    PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia

  • Rabu, 10 Jun 2026 14:50

    Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.