- Home
- Pendidikan
- Sekolah Tak Punya Lapangan, Siswa Upacara Bendera di Kebun Bambu
pendidikan
Sekolah Tak Punya Lapangan, Siswa Upacara Bendera di Kebun Bambu
detik.com
Senin, 16 Sep 2019 13:54
Karena hari Senin, usai menyimpan tas, ratusan siswa di sekolah ini langsung bergegas ke lapangan untuk mengikuti upacara bendera. Karena tidak memiliki lapangan sendiri, siswa SDN Tanjung Biru harus menggelar upacara di kebun bambu milik warga.
Para siswa dan guru mengikuti upacara tanpa ada prosesi pengibaran bendera merah putih. Sebab tak ada tiang yang biasa digunakan untuk mengibarkan bendera. Sebagai gantinya, bendera sudah terpasang langsung di tiang bambu dengan penyangga ember bekas cat. Meski begitu, prosesi penghormatan bendera merah putih dengan diiringi lagu Indonesia Raya tetap dilakukan.
Upacara ini dipimpin langsung Kepala SDN Tanjung Biru Solehudin. pria yang karib disapa Soleh ini mengatakan, siswanya harus upacara di kebun bambu karena tidak memiliki lapangan upacara. Untuk itu pihak sekolah menyewa kebun bambu kepada warga.
"Sekalipun, sesederhana ini, upacara tetap dilaksanakan dan ini lapang sebetulnya milik tetangga sekolah atau warga. Kami menyewa per tahun Rp 1 juta," katanya.
Soleh mengatakan, SDN Tanjung Biru ini sudah ada sejak Tahun 1987. Menurutnya pada tahun 2000-an SDN Tanjung Biru memiliki lapangan upacara sendiri, namun kini tak ada karena lahannya dipakai untuk membangun gedung perpustakaan yang berasal dari bantuan pemerintah.
"Kalau lahan ditata, (lahan) ini milik warga, hanya pemelihara saja, parit-paritnya atau saluran air yang ada di kebun bambu ini. Kalau musim hujan, ini kan air tumpah, kadang-kadang tidak bisa dipakai," ucapnya.
Meski harus melaksanakan upacara di kebun bambu, para siswa tetap antusias dan bersemangat. "Tetap antusias, antusiasme cukup baik, wajar kalau ada keluhan. Meski harus upacara di tempat ini, mereka tetap bersemangat," ujarnya.
Siswa SDN Tanjung Biru melaksanakan upacara di kebun bambu. (Wisma Putra/detikcom) |
Salah satu alternatifnya, kata Soleh, ada sebidang tanah milik warga tepat di belakang sekolah yang akan dijual. "Sampai saat ini belum ada pembahasan. Kami sudah ngobrol-ngobrol dengan Pak Korwil, katanya tidak ada program bantuan untuk pembelian tanah," ujarnya.
"Harapannya ada program untuk pembelian tahan, supaya ada lapangan yang baik. Ada yang mau menjual seluas 1.400 meter persegi tepat di belakang sekolah ini," ujar Soleh.
Pasangan Kekasih Diduga Curi Motor di Parkiran RSUD Bengkalis Diringkus Polis
BENGKALIS (CAKAPLAH) �" Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkalis berhasil mengungkap kasus dugaan pencurian sepeda motor yang terjadi di area parkir RSUD Bengkalis. Menariknya, dua terd
Ditemukan Penyakit Bawaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
JAKARTA â€" Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menjalani rawat inap di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (19/6/2026). Keduanya merupakan tersangka dalam kasus dugaan pe
Penyidik KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar, Bawa Barang Bukti Tiga Koper
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah di Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Denpasar, Bali, pada Jumat (19/6). Penggeledahan tersebut dilakukan untuk pengemban
3 TKW Dianiaya Majikan di Malaysia, 4 Orang Ditangkap
Jakarta - Tiga Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Aceh diduga menjadi korban kekerasan oleh majikan di Johor Bahru, Malaysia. Kasus tersebut kini ditangani kepolisian M
Kurir Ketakutan Usai Konsumsi Sabu, Tinggalkan Paket Narkoba 36 Kg di Bus
Lampung - Aksi nekat dua kurir narkoba berujung petaka. Setelah diduga mengonsumsi sabu, keduanya justru dilanda ketakutan hingga meninggalkan paket sabu seberat 36 kilogram di dalam bus Antar Lintas
Siswa SDN Tanjung Biru melaksanakan upacara di kebun bambu. (Wisma Putra/detikcom)