- Home
- Pendidikan
- Semangat Bocah Merangkak ke Sekolah, Kepsek: Bangga Didik Adul
Pendidikan
Semangat Bocah Merangkak ke Sekolah, Kepsek: Bangga Didik Adul
Sabtu, 10 Nov 2018 10:24
Epi mengaku sengaja menerima Adul di sekolah formal. Selain lokasinya dekat dengan kediaman Adul, pihak sekolah tidak memandang kondisi keterbatasan fisik.
"Ada yang nanya ke saya, kenapa (Adul) diterima, katanya anak itu harusnya masuk Sekolah Luar Biasa (SLB). Namun pihak sekolah tidak melihat itu, dia pandai, aktif dan mampu melakukan semua tugas sekolah tanpa kekurangan. Kalau memang anak ini mampu kenapa harus kami tolak masuk sekolah kami," kata Epi melalui sambungan telepon dengan detikcom, Sabtu (10/11/2018).
Di mata Epi dan pendidik di SDN 10 Cibadak, Adul sosok aktif dan kerap masuk 10 besar ranking di kelas. "Saya bangga kepada guru-guru yang mendidiknya. Juga kepada teman-temannya yang mempunyai pandangan sama bahwa Adul punya hak dan kemampuan sama untuk mengenyam pendidikan seperti anak seusianya. Tidak ada satupun teman-temannya yang mengolok-olok dia," tutur Epi.
"Guru juga tidak membeda-bedakan, saat dia belajar saat dia mengikuti pelajaran olah raga. Bahkan saat lari, meskipun dengan dibantu tangan, dia itu cepat sama seperti yang lain. Dalam hal ini kami menjalankan kewajiban dengan melayani anak didik kami dengan baik," sambungnya.
Pertimbangan ekonomi keluarga menjadi alasan lain sekolah menerima Adul. Menurut Epi, SLB terdekat berada di lokasi yang cukup jauh dari kediaman keluarga Adul.
"Hujan sekalipun tidak menyurutkan semangat dia untuk sekolah. Dia baru tidak masuk sekolah ketika benar-benar sakit. Namun dia memang jarang sakit karena ketahanan fisiknya yang luar biasa," ujar Epi.
Hobi Panjat Dinding
Selayaknya anak-anak seusianya yang gemar bermain, Muklis Abdul Kholik (9) mempunyai hobi yang cukup ekstrim yakni panjat dinding. Adul tidak sabar ingin memperlihatkan kemampuan istimewanya itu ke awak media.
Lokasi Adul biasa bermain panjat dinding berada di area lembaga pendidikan Al- Bayan. Jaraknya cukup dekat dari kediaman Adul di Kampung Cikiwul, RT 01 RW 01 Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
"Dia setiap hari sering melintasi tempat panjat dinding yang ada di lingkungan sekolah Al-Bayan, pertama kali coba dia ketagihan untuk manjat. Alhamdulillah, tadi pihak Al Bayan mengizinkan dan meminjamkan peralatan untuk memanjat," kata Pipin (45), ibu asuh Adul, Jumat (9/11).
Tinggi dinding dipanjat Adul sekitar 2,5 meter. Menggunakan peralatan pengamanan, Adul mencengkeram dinding. Beberapa kali dia terjatuh lalu kembali mencoba hingga akhirnya mencapai ketinggian lebih dari setengah tinggi dinding.
Selain memanjat dinding, Adul mengaku senang dengan tempat-tempat tinggi. Seperti undakan tangga hingga tebing-tebing di sekitar rumah. Badannya lincah dan gesit ketika bergerak.
Adul ini memiliki keterbatasan fisik pada kedua kakinya. Meski begitu, semangatnya tetap pergi ke sekolah patut diacungi jempol.
PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning
PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend
Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas
SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar
Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana
Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara
Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri
KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo
SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional
PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se