- Home
- Pendidikan
- Sidang Gugatan Pilpres 2019, Mahasiswa Ajak Masyarakat Terima Putusan MK
Pendidikan
Sidang Gugatan Pilpres 2019, Mahasiswa Ajak Masyarakat Terima Putusan MK
Selasa, 11 Jun 2019 08:27
Ajakan itu salah satunya dari Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jombang Abdul Fatah Yasin. Menurut dia, langkah kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melayangkan gugatan ke MK, sudah sesuai konstitusi yang ada.
"Kami sebagai organisasi kemahasiswaan yang sifatnya independen, tidak memihak kubu manapun. Kami menilai mekanisme di MK sudah sesuai konstitusi. Tidak seperti turun aksi 21-22 Mei. Aksi itu justru bisa mencederai rakyat maupun pemerintah," kata Fatah saat dihubungi detikcom, Senin (10/6/2019).
Fatah menjelaskan, MK mempunyai mekanisme tersendiri untuk menangani gugatan perselisihan hasil Pilpres 2019. Menurut dia, MK juga mempunyai hakim konstitusi yang sudah teruji independensi dan integritasnya dalam memutus sebuah perkara.
Oleh sebab itu, Fatah meminta masyarakat selalu menjaga kondusifitas agar proses persidangan di MK berjalan lancar. "TNI dan Polri sama-sama independen, tak punya hak memilih dan dipilih. Sama dengan HMI yang juga independen. Harapan kami TNI, Polri dan mahasiswa sama-sama menjaga kedaulatan Republik Indonesia, tetap menjaga kondusifitas," terangnya.
Hal senada dikatakan Wakil Ketua II PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang Najihul Huda. Menurut dia, sebagai warga negara Indonesia sudah sepatutnya taat kepada hukum. Oleh sebab itu, mekanisme gugatan di MK karena adanya kubu yang tidak puas dengan hasil Pilpres 2019, sudah sesuai dengan hukum yang berlaku di tanah air.
"Pada dasarnya Pemilu adalah pesta demokrasi. Harusnya kita sambut dengan suka cita. Pasca Pemilu seharusnya kita tetap menjaga persatuan dan keutuhan NKRI. Meski berbeda pandangan politik, toh kita tetap tinggal di tanah air yang sama," cetusnya.
PMII Jombang juga mengajak masyarakat untuk menghormati apapun putusan MK. Menurut Huda, tak perlu lagi ada unjuk rasa besar-besaran di Jakarta pasca putusan MK nanti. Sekali pun terjadi demonstrasi oleh kelompok tertentu, dia berharap tidak sampai diwarnai kerusuhan yang menyebabkan korban jiwa.
Sementara Ketua MUI Jombang KH Cholil Dahlan menambahkan, saat ini kondisi masyarakat telah aman dan tenteram. Pihaknya berharap tak terjadi lagi pengerahan massa untuk meraih tujuan politik tertentu.
"Pengerahan massa seperti itu akan lebih banyak mudaratnya. Karena itu mari kita hindari bersama pengerahan umat untuk meraih tujuan tertentu yang bersifat politik. Saya imbau masyarakat tidak mudah terprovokasi statemen yang menimbulkan kerumitan dalam kehidupan kita bersama," tandasnya.
Pendidikan
Megawati Sindir Aksi TNI-Polri saat Amankan Demo Mahasiswa
JAKARTA - Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri menyinggung ihwal demokrasi yang terjadi di Indonesia belakangan ini. Dia menyoroti aksi aparat saat mengamankan penyampaian pendapat
Baru Gelar Aksi di DPR, Puluhan Mahasiswa Terlibat Dorong-dorongan dengan Polisi
JAKARTA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Menggugat menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026). Namun, belum genap 10 menit sejak tiba di lok
Tragis! Pelajar SMP Tikam Guru Wanita hingga Tewas di Rumah Korban
OKU SELATAN - Seorang guru PPPK SD Danau Jaya, Kecamatan Buay Pemaca, OKU Selatan, Sumatera Selatan, bernama Sri Khodijah (47), tewas ditikam. Pelaku adalah seorang pelajar SMP yang sempat dipergoki m
Bupati Bengkalis Resmi Buka CFN Temasya Riang Sekampong, Dorong UMKM dan Pererat Silaturahmi Warga
BENGKALIS-Bupati Bengkalis, Kasmarni, secara resmi membuka kegiatan Car Free Night (CFN) Temasya Riang Sekampong yang digelar di kawasan Komplek Jalan Pembangunan, Bengkalis, Jumat malam, 12 Juni 2026
Dua Orang Perempuan di Inhu Ditangkap, Terlibat Peredaran Gelap Barang Haram
Aparat Kepolisian Polsek Rengat Barat mengamankan dua orang perempuan muda masing-masing berinisial DL alias Desi (35), warga Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida dan M alias Yana (34) ibu ru