Minggu, 10 Mei 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Siswa SMA Buat Miniatur Kereta Api Beromset Jutaan Rupiah

Pendidikan

Siswa SMA Buat Miniatur Kereta Api Beromset Jutaan Rupiah

Jumat, 30 Des 2016 10:18
Okezone.com
Zen Arifin
MOJOKERTO-Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Kata bijak itulah yang menjadi pedoman Dimas Anggoro Gauli Prihanarta. Remaja berusia 18 tahun itu mampu membiayai hidupnya sendiri.

Kegigihan mampu mengantarnya ke gerbang kesuksesan. Bagaimana tidak, miniatur kereta api (KA) buah karyanya mampu bersaing dengan buatan pabrikan. Bahkan, produksinya kini sudah merambah ke berbagai kota di Indonesia.

Di rumahnya di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Dimas memproduksi miniatur gerbong KA. Tak seperti remaja lainnya yang memilih bermain atau nongkrong di kafe, seusai pulang sekolah Dimas justru terlihat sibuk di teras rumahnya.

"Tadi ujian sekolah, makanya pulang cepat. Sehingga ada banyak waktu untuk mengerjakan pesanan miniatur KA," kata Dimas.

Jari-jemarinya, terlihat begitu terampil. Satu persatu bahan miniatur KA dipersiapkannya. Menggunakan alat sederahana berupa gergaji besi, cutter serta gunting berukuran sedang, pipa paralon berbahan plastik, dipotongnya sesuai ukuran gerbong KA berskala 1:80.

Potongan pipa itu lantas disambungkan dengan gerbong berbahan akrilik yang sebelumnya didesain sedemikian rupa. Selanjutnya, Dimas membuat pernik-pernik berupa kursi KA. Menggunakan bahan kimia berupa resin, Dimas mencetak sendiri pernak-pernik yang terdapat dalam gerbong KA.

Satu demi satu, miniatur gerbong KA itu pun terbentuk dan siap untuk dilakukan pengecatan. Setelah kering, baru pernak-pernik berupa stiker dan roda dipasang pada miniatur KA itu. Sebelum akhirnya di kirim kepada para pemesan dan menghasilkan rupiah.

"Untuk membuat satu rangkaian ini, butuh waktu tiga hari. Namun kalau waktunya longgar, sehari bisa jadi. Satu rangkaian ada 4 gerbong. Tapi tergantung dengan pesanan juga," tambah siswa SMA Puri, Mojokerto ini.

Usaha membuat miniatur gerbong KA ini sudah ditekuni Dimas sejak tahun 2014. Awalnya, anak kedua dari tiga bersaudara itu selalu gagal untuk membuat miniatur gerbong KA dari bahan paralon ini. Namun, berkat ketekunannya ia mampu keluar dari jurang kegagalan itu.

"Sebenarnya sejak tahun 2013 sudah mulai membuat dari bahan paralon, tapi selalu gagal. Namun, saya terus mencoba hingga akhirnya berhasil. Dari itu kemudian saya memproduksi miniatur gerbong KA ini," tutur siswa yang kini duduk di bangku kelas XII jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Dimas mengaku, ilmu membuat miniatur KA itu diperolehnya secara otodidak. Berbekal informasi di internet, Dimas lantas mencoba untuk membuat miniatur gerbong KA itu. Di dunia maya itu juga, Dimas lantas bertemu dengan beberapa orang komunitas penyuka miniatur gerbong KA.

"Tidak ada yang mengajari, belajarnya dari internet. Kemudian saya kenal dengan teman yang juga membuat miniatur seperti ini. Malah dipinjami masternya untuk membuat cetakan tempat duduknya," jelasnya sembari menunjukkan alat pencetak tempat duduk miniatur KA yang terbuat dari silikon.

Ia pun tak perlu repot-repot untuk memasarkan miniatur gerbong KA buatannya. Sebab, nama besar Dimas sudah tak asing di kalangan pencinta minitur KA. Selain itu, ia juga bisa meraup keuntungan sekira Rp3 juta hingga Rp4 juta dari hasil karyanya itu setiap bulannya.

"Jualnya lewat facebook. Kebanyakan dari Jakarta, Surabaya dan luar jawa. Harapan saya usaha ini bisa lebih besar lagi. Saya juga ingin melanjutkan kuliah dan mengambil jurusan desain, sehingga nanti bisa membuat desain gerbong KA yang lebih bagus lagi," harap Dimas. (okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:41

    23 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Ini Gejala yang Dirasakan

    Pemerintah mencatat sebanyak 23 kasus Hantavirus jenis Seoul Virus ditemukan di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Seluruh pasien mengalami gejala Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS), sala

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:36

    PLN UP3 Tanjungpinang Salurkan Bantuan Napkah Dhuafa kepada 4 Lansia

    BENGKALIS - Penyaluran bantuan Program Napkah jaminan bahan pokok untuk para dhuafa diserahkan Asisten Manager Keuangan dan Umum Deni Irawan, Amil YBM PLN UP3 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (K

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:29

    Diduga Terjatuh Bersama Motor, Pria 36 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Piamban

    KAMPAR KIRI HILIRâ€"Seorang pria bernama Jefri (36), warga Kelurahan Sungai Pagar, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar ditemukan meninggal dunia di Sungai Piamban, Jumat (8/5/2026) sore.&nbs

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:20

    Tentara Israel Paksa Keluarga Palestina Bongkar Makam Anak Mereka karena Dekat Permukiman Zionis

    Tentara Israel dilaporkan memaksa sebuah keluarga Palestina membongkar kembali makam putra mereka dan memindahkan jenazahnya di wilayah Jenin, Jumat malam. Laporan tersebut disampaikan kantor berita r

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:14

    DKI Jakarta Intensifkan Pengerukan Lumpur untuk Tingkatkan Daya Tampung Air dan Antisipasi Banjir

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gencar melakukan pengerukan lumpur dan pengurasan sedimen di berbagai badan air. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan daya tampung air dan menjadi bagian penting dari

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.