Jumat, 12 Jun 2026

Kampus

Tampar Mahasiswa di Kelas, Dosen IAIN: Saya Khilaf

Rabu, 12 Des 2018 10:34
Detik.com
Parepare - Dosen mata Kuliah Sejarah Islam Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Sulawesi Selatan, Anwar Senong, mengaku khilaf atas insiden penamparan kepada mahasiswanya, Muhammad Yunus. Anwar menampar Yunus saat perkuliahan berlangsung.

"Saya khilaf dan tersulut emosi lantaran pembicaraan saya selalu dipotong oleh mahasiswa saya," kata Anwar saat ditemui detikcom di kampus IAIN Parepare, Rabu(12/12/2018).

Anwar menceritakan insiden tersebut terjadi di pertemuan ke-8. Dia mmeberikan mata kuliah kepada M Yunus dan teman-temanya. Saat memberikan mata kuliah tiba-tiba Yunus langsung memotong pembicaraan dan berdebat dengannya.

"Itu anak sebenarnya pintar. Cuma suka sekali menyela saat kita berbicara. Ini bukan pertama kalinya terjadi. Pada pertemuan-pertemuan sebelumnya pun seperti itu, makanya saya sempat melemparkan absen. Namun tidak sampai dan akhirnya saya hampiri dan menampar kepalanya. Namun sekali lagi saya menyesal dan meminta maaf," urai dia.

Sejak awal perkuliahan, Yunus memang telah sering melanggar kontrak perkuliahan antara dosen dan mahasiswa. Sudah menjadi kewajiban dalam setiap mata kuliah yang dibawakannya, mahasiswa harus duduk di meja paling depan dan menggunakan kopiah.

"Tapi aturan itu saja dia langgar. Dia sejak pertemuan pertama tidak menggunakan kopiah , alasannya susah berpikir, nanti saya kasih aturan tegas dengan mengabsenkan mahasiswa yang tidak menggunakan kopiah baru dia patuhi," terang dia.

Anwar yang telah 20 tahun mengabdi di IAIN Parepare juga tidak menyangka jika masalah tersebut kembali mencuat. Sebab, sesaat setelah insiden, keduanya dipertemukan di ruang Ketua jurusan dan didamaikan.

"Saya juga sudah meinta maaf secara lanngsung. Cuma katanya ada keberatan dari seniornya karena ada peristiwa pemukulan terhadap mahasiswa oleh dosen sebelumnya di Kampus," tandas dia.

Penamparan itu memicu aksi demo teman-teman Yunus. Pihak rektorat masih mencari solusi atas kasus di atas.


(detik.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.