Kamis, 11 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Tokoh Agama Risau, Pelajar Tetap Rayakan Kelulusan Dengan Tradisi tak Elok

pendidikan

Tokoh Agama Risau, Pelajar Tetap Rayakan Kelulusan Dengan Tradisi tak Elok

Laporan : Zulkarnaidi
Minggu, 06 Mei 2018 09:17
Istimewa
Ustadz Suardi

PELALAWAN - Seorang ustadz di Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, tuangkan kerisauan hatinya tentang aksi para pelajar rayakan kelulusan dengan aksi coret baju hingga konvoy kendaraan di jalan raya. Ustadz muda ini goreskan kerisauan hari6nya di group-group WhatsApp dan jejaring sosial.

Ustadz Suardi, Ketua Majelis Dakwah Islamiyah Kecamatan Pangkalan Kuras dan juga Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Pelalawan, dalam pesan berantai yang ia kirim, Ahad 6 Mei 2018, diantaranya mengungkapkan,

Assalamualaikum,,,,,

Melihat penomena sikap siswa/i SLTA di Kabupaten Pelalawan khususnya, di Indonesia umumnya setelah melihat hasil ujian nasional tanggal 3 Mei 2018 kemaren yang merayakan hasil kelulusannya dengan cara:

1. Mengecat baju, celana, rok, jilbab
2. Konvoi dijalan raya sampai tengah malam
3. Merokok, bahkan terindikasi minum-minuman memabukkan
4. Mojok-mojok ditempat gelap laki dan perempuan.
5. Bercampur-baur laki dan perempuan hingga pukul 23.00 WIB.

Maka saya sebagai orang yang peduli dengan kondisi pendidikan dinegeri ini dan kondisi siswa/i, generasi bangsa ini, mengusulkan kepada semua pihak yang terkait dan berkompeten seperti: Presiden, Menteri Pendidikan, Anggota DPR RI, Gubernur, anggota DPRD Provinsi, Dinas Pendidikan Provinsi, Bupati, anggota DPRD Kabupaten, Dinas Pendidikan Kabupaten, Koordinator Pendidikan Kecamatan, Kepala Sekolah, Komite Sekolah serta guru, agar membuat aturan atau kebijakan dalam mengumumkan hasil ujian nasional baik tingkat SMA maupun SMP sebagai berikut :

1. Diumumkan pada malam hari melalui sms (pesan singkat).
2. Kalaupun diumumkan disekolah, untuk melihat hasil ujian nasional tersebut harus orang tua wali murid dan tidak dibenarkan siswa/i yang melihat pengumuman tersebut. Itupun harus diumumkan dibawah jam 5 sore.
3. Siswa/i tidak diperbolehkan mengecat baju, kompoi dijalan
4.Kepala sekolah bekerja sama dengan pihak kepolisian.

Demikian saran saya semoga bisa dipertimbangkan.

Ttd

Suardi
Pemerhati Pendidikan.

Suardi yang dikenal kritis ini menambahkan, bila ada kemauan niscaya persoalan di atas bisa dicarikan solusinya.

"Intinya mau dan peduli para pihak. Bila hanya duduk manis saja, maka bisa-bisa kedepannya para pelajar akan rayakan kelulusan lebih ekstrem lagi. Mari kita duduk bersama, bebual-bual mencari formulasi yang tepat," tutup ustadz muda ini. (gfz)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Rabu, 10 Jun 2026 16:10

    Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas

    Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama

  • Rabu, 10 Jun 2026 16:08

    KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:31

    Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos

    JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:29

    Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok

    PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia

  • Rabu, 10 Jun 2026 14:50

    Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.