Senin, 01 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Viral Anak Pemulung Tak Bisa Masuk SMP Negeri, Ini Penjelasan Walkot Bekasi

Pendidikan,

Viral Anak Pemulung Tak Bisa Masuk SMP Negeri, Ini Penjelasan Walkot Bekasi

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 10 Jul 2025 13:18
Detiknews.com
Kota Bekasi - Video siswi di Bantargebang, Kota Bekasi mengaku tak mendapatkan SMP negeri viral di media sosial (medsos). Padahal, siswi tersebut mengaku mendapatkan nilai bagus.
Siswi tersebut baru saja lulus SD. Dia bermimpi untuk bisa melanjutkan pendidikan di SMP negeri yang ada di kawasan Bantargebang, Kota Bekasi.
"Nilai saya juga bagus kok. Hanya orang tua saya menjadi pemulung di sini," kata siswi itu dalam video yang beredar di medsos.

Namun, siswi itu mengatakan harapannya untuk masuk SMP negeri terancam sirna. Dia menyampaikan permohonan maaf kepada kedua orang tuanya.
"Sekiranya sekolah di swasta mahal, saya nggak apa, nggak usah lanjutin sekolah," kata siswi itu.

Meski demikian, siswi itu tak ingin diragukan cita-citanya untuk melanjutkan pendidikan. Video tersebut ramai diunggah dan dikomentari oleh warganet.

Wali Kota (Walkot) Bekasi Tri Adhianto merespons video viral siswi lulusan SD tak bisa masuk SMP negeri di Bantargebang. Dia ingin memastikan tak ada diskriminasi di Kota Bekasi, khususnya soal pendidikan.

Dia mengatakan siswi tersebut tak dapat masuk SMP negeri di Bantargebang karena tertolak sistem. Tri mengatakan siswi itu berdomisili di Kabupaten Bekasi.
"Bahwa memang yang menolak itu bukan petugas, tetapi sistem ya. Karena kita sudah online penuh 100%, yang bersangkutan karena memang tinggalnya, orang tuanya di Kabupaten Bekasi, sehingga secara otomatis pasti ditolak karena yang bersangkutan melalui jalur prestasi," kata Tri di akun Instagram @mastriadhianto, Kamis (10/7/2025).

Dia mengaku sudah menyampaikan duduk perkara persoalan tersebut kepada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Dia mengatakan Gubernur Jabar memberi arahan kepada pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.
"Saya sampaikan bahwa bupati juga gerak cepat. Dan ternyata dia bisa masuk ke SMP 2 di Setu Tambun. Di sana, jalur-jalur prestasinya maupun jalur zonasinya masih memungkinkan. Jadi hari ini anak yang bersangkutan sudah mendapatkan sekolah tapi sekolah yang sesuai dengan tempat tinggal yang bersangkutan," katanya.***(detiknews.com)
Sumber: Detiknews.com

Pendidikan
Berita Terkait
  • Senin, 01 Jun 2026 09:12

    Tragis, Mantan Polisi Terpidana Seumur Hidup Ditemukan Tewas di Sel Isolasi

    PALANGKARAYA-Seorang mantan anggota Polri yang merupakan terpidana hukuman seumur hidup dalam kasus penembakan sopir mobil ekspedisi pada 2024 ditemukan meninggal dunia di ruang sel isolasi Lembaga Pe

  • Senin, 01 Jun 2026 09:00

    Tragedi di Wilayah Pemberontak Myanmar, Puluhan Orang Tewas Akibat Ledakan

    NAYPYIDAW-Sedikitnya 55 orang dilaporkan tewas, termasuk enam anak-anak, setelah terjadi ledakan besar di lokasi penyimpanan bahan peledak pertambangan di wilayah utara Myanmar yang berada di bawah ke

  • Senin, 01 Jun 2026 08:49

    Waduh, Sepasang Kekasih di Kampar Ditangkap Polisi karena Kepemilikan Sabu-sabu

    Sepasang kekasih berinisial HE (42) dan PU (29) di Kabupaten Kampar tidak hanya menjalin hubungan asmara, namun diduga terlibat dalam tindak kejahatan penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu

  • Senin, 01 Jun 2026 08:34

    Tangkap Seorang Residivis, Polda Riau Sita 933 Pil Ekstasi dan 300 Etomidate

    PEKANBARU - Ditresnarkoba Polda Riau berhasil menangkap pelaku narkoba di jalan lintas Simpang Beringin, Kabupaten Pelalawan. Dari tangan pelaku polisi menyita 933 butir pil ekstasi dan 300 bungkus et

  • Senin, 01 Jun 2026 08:31

    Berantas Narkoba, Satgas Anti Narkoba Polres Rohil Amankan Dua Tersangka di Panipahan

    PANIPAHAN-Satuan Reserse Narkoba Polres Rokan Hilir kembali berhasil mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya. Dalam operasi yang dilakukan p

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.