Jumat, 17 Jul 2026
73 Tenaga Medis Terinfeksi Virus Corona
admin
Senin, 30 Mar 2020 15:28
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih mengungkap sedikitnya sudah 73 tenaga medis positif terinfeksi virus corona di Indonesia. Delapan di antaranya meninggal dunia.
Rinciannya, 61 tenaga medis tersebar di DKI Jakarta. Sembilan tenaga medis di Jawa Timur, dua dari Makassar, Sulawesi Selatan. Satu lainnya dari Sumatera Selatan.
"Di luar yang diumumkan itu banyak (petugas medis) yang tidak terlapor (sudah positif terinfeksi)," kata Daeng M Faqih saat dihubungi merdeka.com, Senin (30/).
Dia menyebut, data tersebut diperoleh dari pemerintah daerah. IDI mengaku tak bisa mendapatkan data dari pemerintah pusat soal jumlah tenaga medis yang terinfeksi Covid-19.
Pemerintah, kata dia, menolak membuka data jumlah tenaga medis terpapar Covid-19. Alasannya, pemerintah tak ingin membuka rahasia kedokteran.
"Padahal kami sudah sampaikan dalam kondisi seperti ini penting untuk membukanya. Artinya membuka kepada yang berkepentingan kan," ucapnya.
Sembilan Dokter Meninggal
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengkonfirmasi sembilan dokter meninggal akibat terinfeksi virus corona dan kelelahan. Mereka adalah Hadio Ali, Djoko Judodjoko, Laurentius, Adi Mirsaputra, Ucok Martin, Bartholomeus Bayu Satrio Kukuh Wibowo, ES, Exsenveny Lalopua dan Toni D. Silitonga.
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih menjelaskan Toni Daniel meninggal karena kelelahan. Ia merupakan Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Bandung Barat sekaligus Satgas Tim Penanggulangan Covid-19.
"Itu yang selain dokter Toni konfirmasi sudah meninggal karena Covid," ujarnya.
Sekretaris Jenderal IDI, Adib Khumaidi mengatakan penyebab tenaga medis terjangkit virus corona karena minimnya alat pelindung diri. Padahal, tenaga medis berada di garda terdepan saat menangani pasien terinfeksi. Kontak dekat dengan pasien tentu saja tak bisa dihindari tenaga medis sehingga potensi penularan sangat besar.
"Jadi tenaga medis, tenaga kesehatan yang terdampak awal harus dibekali proteksi diri," katanya.
Sumber: merdeka.com
komentar Pembaca