Sabtu, 11 Jul 2026
Abrasi Sungai, Jembatan Gantung Penghubung 2 Kecamatan di Gorontalo Ambruk
admin
Senin, 13 Jul 2020 11:08
Gorontalo - Jembatan gantung di atas Sungai Bolango yang menghubungkan Desa Bandungan Kecamatan Bulango Utara dan Desa Tulalobutu Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo ambruk akibat abrasi sungai.
Sebelum jembatan tersebut ambruk pada Minggu (12/7/2020) lalu, wilayah Bone Bolango diguyur hujan yang cukup deras. Debit air Sungai Bolango yang terus meningkat diduga membuat bibir sungai dan pondasi jembatan mengalami abrasi.
"Minggu kemarin sekitar pukul lima sore, saya berdiri di dekat jembatan air sungai naik. Saya lihat bagian tiang bawah jembatan dikikis air, kemudian tanah yang di atas jatuh dan ambruk. Alhamdulillah tidak ada korban," ujar salah seorang warga Tapa, Hendra saat ditemui di lokasi ambruknya jembatan, Senin (13/7/2020).
Dia menjelaskan, saat jembatan akan ada tanda-tanda ambruk, warga dari desa Tulalobutu dan desa Bandungan sudah dilarang melintas di jembatan ini.
"Kami sejak minggu siang itu sudah larang dan tahan warga yang akan melintas menggunakan jembatan ini. Ini jembatan menghubungkan desa Bandungan dan desa Tapa. Jembatan ini banyak yang masih menggunakan, jalan alternative," lanjut Hendra yang mengaku sempat merekam detik-detik ambruknya jembatan ini.
Sementara, Camat Tapa Achir Y Babyonggo membenarkan jembatan gantung yang menghubungkan 2 kecamatan ambruk pada minggu sore. Jembatan ini sering disebut jembatan kuning.
"Kejadian jembatan ini roboh akibat longsor tanah di bagian Bandungan adanya arus air yang deras makanya tanah yang dibawah tergerus. Abrasi sungai," tegas Achir.
Dia menyatakan, jembatan gantung sudah lama ada. Tetapi berdiri kokoh dengan truktur besi baja sejak tahun 2002. Anggaran jembatan gantung sekitar 1 miliar.
"Jembatan ini adalah penghubungan antara Kecamatan Tapa dan Kecamatan Bulango Utara. Ini jadi akses alternatif karena di bagian Bulango utara ada pasar," ucap Achir.
Dia menjelaskan, sudah sejak lama warga menginginkan jembatan ini diperbaiki dan dibuat lebih besar hingga mobil bisa melintas.
"Warga meminta kalau perlu jembatan ini diperlebar, agar mobil bisa masuk, selama ini kahn hanya motor dan bentor yang bisa lewat. Jembatan sedikit mengganggu aktifitas warga. Beruntung akses jalan GORR sudah selesai walau harus memutar sedikit jauh," ungkap Achir.
Ambruk jembatan saat ini menjadi tontonan warga sekitar untuk melihat lebih dekat jembatan yang putus pada minggu sore saat menjelang magrib.
Sumber: detik.com
komentar Pembaca