Minggu, 02 Agu 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Anak Penarik Becak ini Berharap Melanjutkan Sekolah, Kemiskinan Jadi Kendala

Anak Penarik Becak ini Berharap Melanjutkan Sekolah, Kemiskinan Jadi Kendala

Laporan : Fahrin Waruwu
Kamis, 03 Mar 2016 20:32
Internet
Kairani laia
SUMUT – Karena terbelit kemiskinan, Kairani Laia terpaksa berhenti sekolah. Siswi kelas VII SMP Negeri 19 Medan tersebut memutuskan berhenti sekolah karena tidak sanggup membayar tunggakan biaya buku dan seragam sekolah

"Saya mau melanjut sekolah pak, tapi keluarga sudah tak sanggup lagi menyanggupi biaya sekolah saya," keluh Kariani Laia meneteskan air matanya Kamis (3/3/2016)

Seperti dilansir berbagai media di Medan, tunggakan utang Kairani di sekolahnya adalah Rp 510 ribu untuk bayar buku-buku pelajaran dan Rp 327 ribu untuk bayar seragam.

Kariani mengaku memutuskan tak lagi ke sekolah karena malu terus ditagih oleh sekolah.

"Saya malu di sekolah karena terus ditagih oleh sekolah sementara orang tua saya tidak sanggup membayarnya," ujar Kairani kepada wartawan yang menemuinya di kontrakan keluarga di Jalan Abadi, No 22 Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.

Ayahnya, Saroganoita Laia (41) adalah penarik becak yang mengaku dalam sehari paling banyak membawa uang hanya Rp 30 ribu di luar biaya bensin becak motornya sebesar Rp 20 ribu. Sementara ibunya, Ferimani Ndruru (38) tidak bekerja karena fokus merawat mertuanya yang menderita stroke. Saroganoita dan Ferimani memiliki lima orang anak.

Tak cuma Kairani, adiknya bernama Yubianto Laia (12) juga terancam berhenti sekolah kaerna masih menunggak utang uang buku sebesar Rp140 ribu. Sedangkan dua kakaknya, yakni, Yakin Hati Laia (18) dan Benilai Laia (17) juga telah lebih dahulu putus sekolah ketika masih di SMP karena alasan ketiadaan biaya.

Kariani mengaku sangat kecewa dengan keadaan yang dihadapinya karena dia sangat ingin terus sekolah dan memenuhi cita-citanya meneruskan pendidikan di jurusan perhotelan.

Saat ini permasalahan yang dihadapi Kariani tersebut sedang dalam penanganan oleh Ombudsman Sumatera Utara.

Dukungan Himni Sumut

Dihubungi terpisah, Ketua DPD Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (Himni) Sumatera Utara Turunan Gulö mengatakan sedang memonitor penanganan masalah tersebut. Dia juga mengakui bahwa persoalan serupa banyak dialami oleh warga Nias di Medan. Karena itu, kata dia, Himni lebih banyak terlibat pada upaya menggalang solidaritas dengan pihak-pihak terkait untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Isu ini kan terkait dua hal. Pertama, ada anak Nias yang mengalami tragedi semacam ini, karena tekanan kemiskinan. Di sini HIMNI tidak bisa melakukan apa-apa karena terlalu banyak keluarga Nias yang mengalami hal yang sama. Kita paling-paling galang solidaritas. Kita mulai dari usaha kita mem-blow-up dan mendistribusikan info kasus ini lewat berbagai saluran informasi yang ada. Mudah2an ada respons bantuan," ujar dia.

Lebih lanjut, isu kedua, kata dia, kejadian seperti dialami oleh Kairani tersebut menyangkut praktik atau kebijakan yg salah kaprah.

"Bisa jadi korbannya banyak dan terjadi di banyak tempat. Nah, dalam konteks ini kita baiknya melakukan advokasi semaksimalnya. Mumpung sudah diangkat media dan Ombudsman, kita berperan untuk lebih menyemangati mereka dan ikut mengawal proses penyelesaian kasus ini. Saya juga sudah meminta Ombudsman Perwakilan Medan untuk mengomunikasikan kasus tersebut ke Walikota Medan," jelas dia. (ns1/Fah)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:32

    One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung

    JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:42

    Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat

    PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:00

    KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun

    JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:55

    Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026

    JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:23

    Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau

    PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki