Rabu, 11 Feb 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Antisipasi Bencana, Polres Kuansing Sosialisasi Bahaya Tambang Emas Illegal di Sungai Kuantan

Peristiwa,

Antisipasi Bencana, Polres Kuansing Sosialisasi Bahaya Tambang Emas Illegal di Sungai Kuantan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 08 Des 2025 16:27
TRIBUNPEKANBARU.COM
TRIBUNPEKANBARU.COM, KUANSING â€" Potensi bencana hidrometeorologi yang meningkat pada akhir tahun 2025 hingga awal 2026 mengancam sejumlah wilayah di Riau.


Salah satunya Kabupaten Kuantan Singingi.

Untuk itu, jajaran Kepolisian Resor Kuantan Singingi (Polres Kuansing) mengintensifkan sosialisasi dan patroli terkait bahaya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di seluruh wilayah hukum setempat.

Kapolres Kuansing AKBP R. Ricky Pratidiningrat, Senin (8/12/2025) menegaskan bahwa pemberantasan PETI menjadi prioritas utama sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana, khususnya banjir.

Ia menjelaskan, aktivitas PETI menyebabkan pendangkalan sungai, termasuk Sungai Kuantan, yang menjadi jalur utama aliran air dari hulu ke hilir.

"Pendangkalan ini sangat berdampak pada berkurangnya daya tampung sungai saat curah hujan tinggi. Ini yang kita antisipasi, apalagi setelah siklon tropis Senyar kemarin, kini kita kembali masuk musim penghujan," ujar AKBP R. Ricky Pratidiningrat.

Sosialisasi dilakukan oleh seluruh polsek, mulai dari wilayah hulu Kuantan hingga Cerenti.

Setiap jajaran juga dikerahkan untuk patroli rutin ke lokasi-lokasi rawan aktivitas PETI, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang risiko lingkungan yang ditimbulkan.

Tak hanya itu, jajaran Polres bersama TNI, Pemkab, dan instansi lainnya telah menggelar apel siaga bencana sebagai bentuk kesiapan menghadapi kemungkinan banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya.

Dengan sinergi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, Polres Kuansing berharap wilayahnya tetap aman, bebas dari PETI, dan terhindar dari bencana besar selama musim penghujan berlangsung.

"Semua pihak sudah berkomitmen siaga sesuai tupoksi masing-masing. Ini penting agar kita mampu merespons cepat dan tepat jika terjadi bencana," ujar Ricky.

Sementara itu, Kepala BPBD Kuansing, Yulizar mengatakan, debit Sungai Kuantan masih normal.

Belum ada peningkatan debit, meski terjadi hujan di sejumlah daerah di Sumbar.

Ia pun mengimbau agar tim dan relawan di setiap desa siaga dan waspada.

"Kami telah memperkuat koordinasi hingga ke desa, informasi perkembangan potensi bencana akan kami respon cepat dan terarah," ujarnya.

Sumber: TRIBUNPEKANBARU.COM

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.