Peristiwa
Berenang Pakai Kayu, Purwanto Selamat Usai Terseret Tsunami Banten Satu Kilometer
Senin, 24 Des 2018 16:38
Saat kejadian, dia sedang mengikuti family gathering dilakukan perusahaan di kawasan Pantai Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten. Dia pun sempat terbawa arus sampai satu kilometer usai gelombang tsunami melanda tempatnya acaranya.
"Saya keombang-ambing sampai satu kilo," kata Slamet Purwanto, Senin (24/12).
Dia berhasil menyelamatkan diri dengan cara yang dia bisa. Dia bahkan sempat pingsan saat terbawa ombak. Dia baru tersadar dan berusaha menyelamatkan diri menggunakan batang kayu dan mencapai daratan dengan cara berenang. Saat ini, Slamet menjalani perawatan di Rumah Sakit Puri Cinere.
"Sempat pingsan baru kemudian sadar, untung saya bisa berenang sedikit. Saya berenang juga pakai batang kayu. Ada satu perempuan dari EO yang saya tolong juga," kata dia.
Dari sejumlah korban tsunami di selat sunda diketahui merupakan karyawan Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat Perusahaan Listrik Negara (UIT JBB PLN) Cinere Depok. Mereka saat kejadian sedang mengadakan family gathering yang panggungnya tidak jauh dari pantai. Saat grup band Seventeen bernyanyi, tiba-tiba ombak pasang dan merobohkan panggung.
Ratusan karyawan yang sedang menyaksikan grup band itu pun berhamburan menyelamatkan diri. Namun malangnya tidak semua peserta gathering bisa selamat dari maut. Beberapa yang selamat pun kini dirawat di RS Puri Cinere Depok.
Salah satunya adalah Senior Manager Konstruksi UIT JBB Frans Lisi (53). Dia menderita patah tulang akibat kejadian pada Sabtu (22/12) malam itu.
Frans juga mengalami luka lecet di kepala serta kaki. Di antaranya rasa sakit yang dirasakan, Frans sempat menceritakan kisah pilu pada malam itu. Dia melihat langsung bagaimana orang-orang terseret ombak ke Pantai Tanjung Lesung.
"Tidak ada suara berisik-berisik pas ombak datang. Tau-tau ombak datang dan panggung hancur," katanya ketika dikunjungi Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto dan Walikota Depok Idris Abdul Shomad di RS Puri Cinere Depok, Senin (24/12).
Hingga kini dia pun masih kerap teringat dan seolah mendengar suara ombak. Frans pun harua dirawat intensif di rumah sakit. Saat kejadian, dia sempat terseret bersama ratusan orang lainnya. Dia pun bersyukur masih diberi keselamatan.
"Saya sama yang lain terseret juga. Untungnya masih selamat," ucapnya penuh syukur.
(merdeka.com)
Usai Keracunan Massal Papua, BGN Bekukan Sementara SPPG dan Lakukan Investigasi
Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait penyaluran makanan di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, usai dugaan keracunan
Keracunan MBG Papua, BGN Ungkap Arah Dugaan Penyebab
Ratusan pelajar di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, dilaporkan mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden Keracunan MBG Papua ini tengah ditangani otorit
Dua WN India Bawa 'Oleh-Oleh' dari Thailand, Isinya Paket Ganja Rp1,5 Miliar
Petugas Bea Cukai Ngurah Rai dan Satresnarkoba Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai mengungkap kasus penyelundupan narkotika dan menangkap dua warga negara asing (WNA) asal India. Kedua warga asi
Napi Kabur Saat Izin Makan Siang, Kalapas dan KPLP Pekanbaru Dicopot
PEKANBARU â€" Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, resmi dicopot dari jabatannya menyusul kasus kaburnya seorang tahanan perkara narkotika berinisial ISD yang sebelum
Komisi III DPRD Riau Bongkar Dugaan Kebocoran PAD, Perusahaan Miliki Ratusan Kendaraan tapi yang Bayar Pajak Hanya Segelintir
PEKANBARU â€" Potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau kembali menjadi sorotan. Komisi III DPRD Riau menemukan indikasi mencengangkan, ada perusahaan yang saat mengurus perizinan m