Rabu, 08 Feb 2023
  • Home
  • Peristiwa
  • Curah Hujan Tinggi, Kabupaten Kota di Riau Ini Berpotensi Dilanda Banjir dan Longsor

Curah Hujan Tinggi, Kabupaten Kota di Riau Ini Berpotensi Dilanda Banjir dan Longsor

Admin
Senin, 19 Des 2022 19:08
pekanbaru.tribunnews.com

PEKANBARU - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edy Afrizal meminta kepada BPBD kabupaten kota se-Riau untuk mensiaga posko banjir. Sebab saat ini seluruh kabupaten kota sudah menetapkan status siaga darurat banjir dan longsor.

"Seluruh kabupaten sudah menetapkan status siaga banjir dan longsor. Kita minta semua stanby di posko masing masing," kata Edy Afrizal, Senin (19/12/2022).

Ia mengatakan, untuk potensi banjir, pihaknya melihat di Pelalawan sangat mungkin terjadi. Sehingga harus dipantau dan disiagakan.



Phaknya sudah berkoordinasi dengan BMKG, dan diprediksi pada bulan Desember ini beberapa daerah di pesisir Riau berpotensi terjadi curah hujan tinggi.

"Makanya kita minta BPBD dan pemerintah setempat siaga," ujarnya.

Selain itu, Edy mengingatkan kepada warga yang berada di daerah pesisir Riau untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebab saat ini potensi curah hujan banyak terjadi di wilayah pesisir.

"Seperti di daerah Meranti, Bengkalis, Siak, Dumai dan Rokan Hilir. Itu yang curah hujannya sekarang tinggi," katanya.

Edy mengungkapkan, wilayah pesisir Riau tersebut berpotensi terjadi banjir.

Meskipun sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan dari daerah untuk permintaan bantuan ke BPBD Riau.


"Sampai hari ini kita belum dapat laporan dan permintaan bantuan ke provinsi. Karena memang banjir yang terjadi di daerah saat ini belum ada yang parah, masih bisa ditangani oleh kawan-kawan di kabupaten," ujarnya.

Edy mengungkapkan, sejauh ini banjir di Riau belum ada yang berlangsung lama.

Sehingga belum ada warga yang terdampak banjir harus diungsikan.

"Belum ada yang dievakuasi, karena banjir yang terjadi saat ini kan tidak lama, jadi mereka memilih bertahan di rumahnya masing-masing," sebutnya.

Sebelumnya, Gubernur Riau Syamsuar mengingatkan semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu siap siaga saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kesiapsiagaan tersebut disampaikan Gubri mengingat sejumlah wilayah di Riau rawan terjadi bencana.

Baik bencana banjir maupun tanah longsor.

Untuk tanah longsor, disampaikan Gubri saat ini terjadi di Bengkalis dan Indragiri Hilir.

Selain itu di sejumlah titik ruas jalan juga rawan terjadi longsor.

"Seperti jalan lintas yang mengarah ke sumbar itu kan juga rawan longsor. Makanya sama minta semua harus siap siaga dan waspada. Jadi kalau pun terjadi bencana jangan sampai ada korban," kata Syamsuar

Gubri memerintahkan kepada BPBD dan Dinas PUPR Riau agar berkoordinasi dengan Pemkab setempat untuk antisipasinya.

Termasuk penanganan jika memang nanti ditemukan ada titik yang terjadi longsor.

"Saya sudah perintahkan BPBD dan Dinas PU agar berkoordinasi dengan pemda setempat. Mana yang harus didahulukan dilakukan pengamanan," ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mendata titik rawan longsor yang berbahaya di Riau saat musim hujan.



Di antaranya adalah Jalur Lintas Riau - Sumbar - XIII Koto Kampar, Jalur Taluk Kuantan - Perbatasan Sumbar, Jalur Rengat - Tembilahan, Jalan Lintas Perbatasan Riau - Jambi.

"Saat ini Riau musim hujan. Sehingga potensi terjadinya bencana tanah longsor semakin mudah terjadi. Terutama di titik-titik rawan bencana longsor yang ada di sejumlah daerah di Riau. Kami mengimbau agar masyarakat selalu waspada," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Riau, M Edy Afrizal, seraya menyebutkan beberapa daerah yang menjadi titik longsor dan perlu diwaspadai.

Sebagai antisipasi, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR dan pemda setempat untuk siap siaga jika sewaktu-waktu terjadi bencana tanah longsor.

Sehingga petugas dan alat berat bisa langsung diturunkan untuk melakukan pembersihan lokasi longsor.

"Kami menghimbau agar masyarakat selalu waspada. Salah satunya dengan melakukan kesiapsiagaan," katanya.


Sebagai antisipasi, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR dan pemda setempat untuk siap siaga jika sewaktu-waktu terjadi bencana tanah longsor.

Sehingga petugas dan alat berat bisa langsung diturunkan untuk melakukan pembersihan lokasi longsor.

Pihaknya mengimbau kepada petugas di lapangan agar siap siaga menghadapi musim penghujan yang berpotensi terjadi banjir di Riau.


“Seperti mengamankan barang-barang berharga, kemudian mempersiapkan diri apabila terjadi banjir dengan melakukan evakuasi. Terutama ibu-ibu hamil, balita, lansia, dan orang - orang yang sakit yang berada di Rumah,” katanya.

Sejauh ini, Pemprov Riau sudah menetapkan status siaga darurat banjir dan longsor tingkat Provinsi Riau mulai 1 hingga 31 Desember 2022 mendatang.





Editor: 1

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2023 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.