Jumat, 07 Agu 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Diduga Mengandung Limbah Berbahaya, Gundukan Pasir di Marunda Disegel

Peristiwa

Diduga Mengandung Limbah Berbahaya, Gundukan Pasir di Marunda Disegel

Kamis, 10 Jan 2019 11:29
Detik.com
Gundukan pasir di Marunda Jakut
JAKARTA - Gundukan pasir di Marunda, Jakarta Utara, ramai dibicarakan karena diduga mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Kini gundukan pasir itu telah disegel.

Gundukan pasir tersebut berada di depan SDN Marunda 02 Pagi, Jakarta Utara. Berdasarkan pantauan di lokasi, Kamis (10/1/2019), sekilas pasir tersebut terlihat sama dengan pasir biasanya, tampak terlihat berwarna coklat.

Namun, jika didekati bau minyak sangat tercium di sekitar area pasir. Salah seorang warga Suyati mengatakan memang bau tersebut bersumber dari gundukan pasir.

"Iya, memang bau kaya gini, kaya minyak tengik," ujarnya kepada detikcom, di lokasi, Kamis (10/1).

Suyati mengatakan gundukan pasir itu sudah ada sejak sebulan lalu. Ia pun tidak mengetahui siapa pemilik pasir itu. Sejak adanya pasir itu menurutnya, udara disekitar menjadi tak enak karena karena bau minyak yang sering kali muncul.

"Sekitar bulan Desember ya sudah ada, pokoknya pas pasir ini ditaruh di sini ya kaya gini baunya, malah kadang kalau panas terik bau minyaknya menyengat. Nggak tahu juga ya punya siapa," katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (LH) Cilincing, Mahmudin mengatakan gundukan pasir ini tidak hanya berada di satu titik. Melainkan empat titik, sedangkan titik lainnya berada di sekitar Rumah Susun Marunda.

"Ada di beberapa titik, bukan cuma di depan SD. Ada empat titik sisanya itu ada lagi di area rumah susun Marunda, samping pos pemadam ada, terus di rusun blok A juga ada, sama juga gundukan pasir begitu" katanya ketika di konfirmasi terpisah.

Ia mengatakan berdasarkan penglihatan dan aromanya, pasir itu diduga mengandung limbah B3. Meski begitu, beberapa pihak tetap mengambil sampel untuk memberikan kepastian dari kandungan pasir tersebut.

"Memang tercium bau minyaknya. Kadang malah kalau ada genangan air, kaya ada minyaknya gitu kelihatan. Sudah diambil sampel juga oleh dinas LH, sama Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK), sambil menunggu hasil uji lab makanya kita segel untuk pengamanan warga," tuturnya.

Mahmudin dan pihak terkait masih mencari tahu darimana pasir itu berasal. Namun, menurutnya pasir itu merupakan pesanan warga dan digunakan untuk bahan pengurukan.

"Untuk yang taruh siapa saya nggak tahu ,cuma itu kayanya pesanan masyarakat untuk pengurukan gitu biasanya, mungkin karena ketidaktahuan masyarakat, jadi main memesan aja, buat daratan empang- empang, atau buat tempat tinggal," jelasnya.


(detik.com)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Jumat, 07 Agu 2026 16:48

    Usai Keracunan Massal Papua, BGN Bekukan Sementara SPPG dan Lakukan Investigasi

    Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait penyaluran makanan di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, usai dugaan keracunan

  • Jumat, 07 Agu 2026 16:42

    Keracunan MBG Papua, BGN Ungkap Arah Dugaan Penyebab

    Ratusan pelajar di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, dilaporkan mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden Keracunan MBG Papua ini tengah ditangani otorit

  • Jumat, 07 Agu 2026 16:34

    Dua WN India Bawa 'Oleh-Oleh' dari Thailand, Isinya Paket Ganja Rp1,5 Miliar

    Petugas Bea Cukai Ngurah Rai dan Satresnarkoba Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai mengungkap kasus penyelundupan narkotika dan menangkap dua warga negara asing (WNA) asal India. Kedua warga asi

  • Jumat, 07 Agu 2026 16:22

    Napi Kabur Saat Izin Makan Siang, Kalapas dan KPLP Pekanbaru Dicopot

    PEKANBARU â€" Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, resmi dicopot dari jabatannya menyusul kasus kaburnya seorang tahanan perkara narkotika berinisial ISD yang sebelum

  • Jumat, 07 Agu 2026 16:18

    Komisi III DPRD Riau Bongkar Dugaan Kebocoran PAD, Perusahaan Miliki Ratusan Kendaraan tapi yang Bayar Pajak Hanya Segelintir

    PEKANBARU â€" Potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau kembali menjadi sorotan. Komisi III DPRD Riau menemukan indikasi mencengangkan, ada perusahaan yang saat mengurus perizinan m

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki