Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Eskavator Dinas PUPR Pelalawan Tenggelam dalam Lumpur Saat Memperlebar Sungai Kerinci

Eskavator Dinas PUPR Pelalawan Tenggelam dalam Lumpur Saat Memperlebar Sungai Kerinci

Admin
Selasa, 06 Sep 2022 16:12
pekanbaru.tribunnews.com

PELALAWAN- Satu unit alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan tenggelam di dalam tanah berlumpur saat bekerja di Sungai Kerinci Kecamatan Pangkalan Kerinci, Selasa (6/9/2022).

Alat berat jenis eskavator itu terbenam saat bekerja memperlebar Sungai Kerinci yang terletak di Jalan Sultan Syarif Hasyim, di dekat jembatan kembar.

Memang dalam dua pekan ini, dua unit alat berat diturunkan Dinas PUPR ke lokasi untuk melakukan normalisasi Sungai Kerinci yakni satu unit eskavator jenis amphibi dan satu unit eskavator jenis long arm.

Pantauan  di lokasi, eskavator amphibi sedang bekerja mengeruk tanah yang ada di sekitar alat berat yang terbenam itu.

Lumpur yang ada di sekelilingnya diangkat agar eskavator berwarna kuning itu bisa diselamatkan.

Kondisi eskavator malang itu tinggal menyisakan lengan atas dan bakketnya saja.

Sedangkan bagian lengan bawah, mesin, kabin, hingga roda penggerak tidak kelihatan lagi.

Semuanya sudah tertanam ke dalam lumpur atau tanah lunak di tepi Sungai Kerinci.

"Kejadiannya bermula sekitar pukul 11.00 wib kemarin. Alat berat itu mulai terpuruk dan operator langsung keluar dari kabin," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Pelalawan, Latief Bustomi ST MT kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (6/9/2022).

Latief menerangkan, setelah operator meninggalkan alat berat dan melapor kepada petugas lainnya serta pejabat Dinas PUPR, upaya penyelamatan langsung dilakukan dengan mengarahkan eskavator Amphibi menggali areal yang berlumpur tempat eskavator long arm tenggelam.

Namun lama kelamaan badan eskavator semakin masuk ke dalam tanah lunak itu hingga tinggal menyisakan bagian lengan atas dan bakket saja.

Dinas PUPR juga menurunkan dua unit eskavator lainnya untuk membantu penyelematan.

Total ada tiga eskavator yang bekerja untuk mengangkat alat berat yang terjebak dalam lumpur tersebut.

Teknik penyelamatan diusahakan agar alat tersebut segera bisa ditarik keluar dari lumpur.

"Jika sudah ditarik ke luar, alat itu di bawa ke bengkel untuk diservis. Sehingga bisa digunakan kembali," papar Latief.

Ia menerangkan, aktivitas alat berat di Sungai Kerinci telah berjala selama 10 hari.

Tujuannya untuk memperlebar sungai yang membentang di dekat perkantoran Bhakti Praja milik Pemkab Pelalawan.

Lantaran eskavator amphibi kurang optimal untuk mengeruk sungai serta membawa tanah ke tepi, kemudian diturunkan eskavator Long Arm agar pekerjaan lebih maksimal.

Dua eskavator berbeda jenis ini berkerja secara estafet dengan mengeruk dan memperlebar sungai tersebut.

Tujuan utama normalisasi Sungai Kerinci yakni untuk meminimalisir banjir ketika musim hujan di Kota Pangkalan Kerinci.

Pasalnya, Sungai Kerinci merupakan pembuangan akhir dari sebagian besar parit maupun drainase di ibukota Pelalawan.

Namun belum rampung pekerjaannya, terjadi insiden alat berat terbenam di lumpur hingga sulit dikeluarkan.

"Panjang yang harus dikerjakan sekitar 500 meter lebih. Sedangkan yang baru selesai masih sekitar 100. Masih sedikit," tambah Latief.

Pihaknya masih berkonsentrasi mengeluarkan aset negara itu saat ini agar bisa diselamatkan dan tidak mengalami kerusakan yang fatal.

Kemudian melanjutkan pekerjaan pelebaran dan pendalaman Sungai Kerinci.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.