Rabu, 10 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Gerhana Bulan Total 7-8 September 2025, Kapan Blood Moon Bisa Dilihat?

Peristiwa,

Gerhana Bulan Total 7-8 September 2025, Kapan Blood Moon Bisa Dilihat?

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 27 Agu 2025 09:57
Berita satu.com
Para penggemar astrofotografi dan pengamat langit di Asia bersiap menyambut fenomena astronomi langka gerhana bulan total (bulan darah) alias blood moon yang akan terjadi pada malam 7â€"8 September 2025.

Menurut Observatorium Science Centre Singapore, gerhana ini mulai terjadi pukul 23.28 (waktu Singapura) dan berlangsung hingga dini hari, sekitar 04.55. Momen paling dramatis fase totalitas terjadi antara 01.30 hingga 02.52 waktu setempat. Saat itu, bulan akan berubah menjadi merah keemasan, menciptakan pemandangan dramatis bagi yang mengamatinya dengan mata telanjang.

Fenomena ini diperkirakan dapat terlihat dengan jelas dari wilayah Asia, Australia, Afrika Timur, dan sebagian besar Eropa, termasuk Indonesia tanpa perlu peralatan khusus. Hanya diperlukan langit cerah untuk menikmatinya.

Di Jakarta, seluruh fase gerhana akan terlihat dari awal hingga akhir. Durasi totalitas diperkirakan berlangsung sekitar 1 jam 22 menit, dan keseluruhan fenomena berlangsung sekitar 5 jam 27 menit.

Penumbral dimulai: sekitar 23.28 WIB
Totalitas mulai: sekitar 01.30 WIB
Puncak gerhana: sekitar 02.11 WIB
Totalitas berakhir: sekitar 02.52 WIB
Selesai keseluruhan: sekitar 04.55 WIB

Di kota-kota seperti Bandung, fase totalitas diperkirakan antara 00.31 WIB hingga 01.53 WIB, dengan puncak mendekati 01.12, dan Bulan berada cukup tinggi di langit-sekitar 79 derajat hingga 69 derajat dari horizon.

Mengapa Fenomena Ini Terjadi?
Gerhana bulan total terjadi saat Bumi berada di antara matahari dan bulan purnama, sehingga bayangan terbesar Bumi (umbra) menutupi bulan sepenuhnya. Cahaya matahari yang dibiaskan oleh atmosfer Bumi kemudian merefleksikan panjang gelombang merah ke permukaan bulan sehingga menciptakan efek bulan darah.

Untuk pengamatan maksimal, amati kondisi cuaca setempat. Langit cerah tanpa tutupan awan menjadi kunci-karena penampakan bulan selama gerhana bersifat langsung dan visual.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 10 Jun 2026 16:10

    Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas

    Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama

  • Rabu, 10 Jun 2026 16:08

    KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:31

    Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos

    JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:29

    Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok

    PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia

  • Rabu, 10 Jun 2026 14:50

    Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.