Rabu, 13 Mei 2026
Harta Karun Paling Dicari Dunia Ada di Sulawesi Barat, Segini Banyaknya.
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 13 Mei 2026 08:24
Jakarta-Pemerintah tengah mengembangkan potensi rare earth element (REE) atau logam tanah jarang (LTJ) yang saat ini menjadi incaran dunia karena dibutuhkan untuk industri pertahanan, elektronik, hingga baterai kendaraan listrik.
Pemerintah tengah menyiapkan proyek hilirisasi logam tanah jarang di Mamuju, Sulawesi Barat. Proyek ini tengah dimatangkan melalui rapat yang di selenggarakan di Kantor BP BUMN, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Dalam rapat tersebut turut hadir Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto, Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa dan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno.
Tri menjelaskan menjelaskan pembahasan dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan pengembangan logam tanah jarang di Mamuju. Meski begitu, Tri tidak menjelaskan detail terkait pengembangan logam tanah jarang di wilayah Mamuju tersebut.
"Pembahasan ini aja, apa, Mamuju. Ini lah pengembangan seperti apa untuk rare elemen kira-kira gitu. Ya saya kan diundang," ujar Tri saat ditemui usai rapat di BP BUMN, Jakarta.
Sebelumnya, Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto mengatakan BUMN baru bentukan Danantara, Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), akan menggarap pilot proyek hilirisasi logam tanah jarang (rare earth) di Mamuju, Sulawesi Barat.
Ia mengatakan proyek pilot ini akan berjalan paralel dengan proses administrasi dan rekomendasi yang telah disampaikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), khususnya terkait penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada Perminas.
"Mungkin ini yang dalam waktu dekat akan segera kita lakukan yaitu pilot teknologi hilirisasi rare earth yang ada di Mamuju," ujarnya dalam RDP dengan Komisi XII DPR, Senin (9/2/2026).
Brian mengatakan Perminas akan membangun dua fasilitas downstreaming sebagai proyek percontohan teknologi pengolahan logam tanah jarang berbasis riset yang telah dikembangkan di perguruan tinggi.
Proyek diharapkan bisa melakukan pemisahan dan pemurnian logam tanah jarang, sehingga bahan baku yang semula berbentuk ore dapat diolah menjadi mixed rare earth maupun elemen-elemen rare earth bernilai ekonomi.
Pasalnya sejumlah negara yang telah mempunyai teknologi ini tidak mau melakukan kerja sama strategis dengan negara lainnya.
"Kita coba teknologi-teknologi yang sudah dikembangkan di kampus untuk mengekstraksi atau merubah dari mineral ore yang mengandung logam tanah jarang menjadi mixed rare earth oxide," katanya.
Brian menambahkan Perminas membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk swasta dan mitra lainnya, untuk membangun industri yang lebih mengarah ke hilirisasi.
"Sehingga diharapkan kita bisa menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia juga menjadi pemain yang strategis untuk industri rare earth ini, mineral rare earth, yang diharapkan juga memberikan daya tarik bagi negara lain untuk berani juga masuk bersama-sama Indonesia mendirikan industri-industri downstreaming," ujarnya.
Logam Tanah Jarang di Mamuju
Mengutip data Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi melakukan eksplorasi potensi LTJ di Mamuju, Sulawesi Barat dan Parmonangan, Sumatera Utara. Ekplorasi tersebut dilakukan dua tahap, yakni eksplorasi awal, meliputi pemetaan, georadar dan geomagnet, sumur atau parit uji, serta pengeboran.
Kemudian dilakukan eksplorasi detail melalui pengeboran yang lebih rapat dan uji ekstraksi, meliputi karakterisasi, konsentrasi, dan ekstraksi. Eksplorasi tersebut menghasilkan kadar total LTJ tertinggi di Mamuju sebesar 4.571 ppm dan Parmonangan sebesar 1.549 ppm.
"Selanjutnya ada beberapa usulan WIUP berupa LTJ, yang ini baru pertama kali di 2022, bahwa ada usulan lokasi di Mamuju dan Parmonangan dan beberapa rencana usulan WIUP LTJ sampai tahun 2024," ujar Plt. Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid, pada Konferensi Pers Capaian Kinerja Badan Geologi Tahun 2022 dan Program Kerja Tahun 2023 lalu, dikutip Selasa (12/5/2026).
Di tahun 2023, direncanakan eksplorasi awal dan eksplorasi detail potensi LTJ di Melawi, Sibolga, Mamuju, Papua, dan Bangka Belitung, serta usulan WIUP LTJ Mamuju dan Parmonangan. Kemudian di tahun 2024 direncanakan ekplorasi detail di Ketapang, Sibolga, Pegunungan Tiga Puluh, dan Papua.
Dilaporkan pula, sepanjang tahun 2022, Badan Geologi telah melakukan eksplorasi potensi LTJ di area Lumpur Sidoarjo dan menemukan potensi Lithium sebesar 86-92 ppm, potensi Stronsium sebesar 394-451 ppm, dan LTJ maksimal 111 ppm.
"Kemudian untuk potensi LTJ atau REE di area Lumpur Sidoarjo saya kira sudah disampaikan juga bahwa ada indikasi potensi baik itu Li, Sr, maupun REE dengan masing-masing ppm-nya. Kegiatan di tahun 2022 melanjutkan dari kegiatan penemuan di tahun 2020 pada lokasi yang berbeda(detik.com).
Sumber: https://finance.detik.com/energi/d-8486755/harta-karun-paling-dicari-dunia-ada-di-sulawesi-barat-segini-banyaknya#google_vignette
komentar Pembaca