Kamis, 16 Jul 2026
Hindari Keramaian, Kades Pambang Pesisir Fasilitasi Warganya Buka Rekening Bank Riau Kepri Cabang Bengkalis
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 01 Mei 2020 11:20
Sbi
Bengkalis - Pandemi Covid-19 masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat, bahkan Riau sudah berstatus zona merah, sehingga membuat pemerintah Provinsi Riau melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Dalam hal ini tentunya masyarakat harus bekerja sama memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, diantara mengikuti anjuran pemerintah seperti jaga pola hidup sehat, selalu cuci tangan, social distancing, olahraga mandiri dan tidak berada di tempat keramaian.
Bank Riau Kepri Cabang Bengkalis dalam 2 hari ini kedatangan tamu yang terbilang cukup banyak, ratusan masyarakat dari berbagai desa serentak mengurus buku rekening Bank Riau Kepri untuk mendapatkan bantuan BLT. Dalam hitungan menit pun, nomor antrian habis terbagi.
Disisi lain hal ini menimbulkan berbagai reaksi dan asumsi baik masyarakat desa maupun pengguna medsos yang beranggapan bahwa pihak bank terkesan mengumpulkan orang banyak, namun kehadiran mereka bukan berdasarkan inisiatif atau pengarahan dari pihak bank, melainkan menyikapi surat yang diterima pemerintah desa dari pemkab Bengkalis melalui salah satu SKPD yang ikut berperan menangani persoalan pendataan orang dalam pantauan (ODP) yang pernah pulang dari negara terjangkit Covid-19. Meskipun demikian pihak bank tetap melayani mereka seperti nasabah lain yang berurusan di bank riau kepri.
Menyikapi persoalan tersebut kepada sejumlah wartawan Jumat (1/5), Pasla Kepala Desa Pambang Pesisir Kecamatan Bantan mengatakan, "saya langsung mengintruksi kepada masyarakat saya agar tidak ikut dalam kerumunan masa atau antrian, setelah saya lihat membeludaknya orang yang berada di Bank Riau Kepri, apalagi saat ini rentan penularan covid 19," kata Pasla.
Dia kembali mengutarakan, "dari pada itu saya berinisiatif mengajukan permohonan kepada pihak Bank Riau Kepri, agar di bantu dalam pengurusan rekeningnya. Tepatnya secara kolektiv ke pihak bank tanpa melalui kerumunan masa atau antrian, dan alhamdulillah permohonan saya diterima." ungkap Palsa.
Sementara itu, Riski, salah seorang pegawai Bank Riau menghimbau kepada semua desa untuk melakukan hal yang sama dilakukan oleh Kades Pambang Pesisir agar memfasilitasi masyarakatnya dalam pengajuan permohonan penerbitan buku tabungan di Bank Riau.
"Saya menghimbau dan menyarankan kepada semua desa untuk ikut membantu memfasilitasi masyarakatnya mengajukan permohonan penerbitan buku tabungan dengan cara menyampaikan surat permohonan dari desa. Dan informasinya, biayanya berbeda dengan buku tabungan biasa, ini program tabunganku dari Bank Indonesia hanya Rp 20.000,-. Kalau kita bayar Rp 100.000,-, Rp 80.000,- nya akan menjadi saldo tidak akan berkurang sampai kapanpun dan bisa di tarik kembali. Program ini sangat membantu masyarakat,' jelas Riski.
(Sbi)
komentar Pembaca