Senin, 13 Jul 2026
IDI Sarankan RS Lakukan Mapping Kemampuan Faskes Saat New Normal
admin
Selasa, 02 Jun 2020 11:48
Indonesia tengah mempersiapkan diri memasuki fase new normal atau normal baru di tengah pandemi Covid-19. Di dalam fase transisi ini, fasilitas kesehatan seperti rumah sakit harus turut mempersiapkan diri.
Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Muhammad Adib Khumaidi mengatakan, sebelum memasuki masa new normal, rumah sakit perlu melakukan mapping atau pemetaan terhadap kemampuan sarana prasarananya.
"Khusus untuk di medis tentunya kita pertama mapping kemampuan di rumah sakit terkait sarana prasarananya, ventilator, ICU, isolasi dan termasuk ketenagaan sumber dayanya," kata Adib saat dihubungi merdeka.com, Selasa (2/6).
Saat beradaptasi dengan tatanan baru, lanjut Adib, rumah sakit berperan besar untuk menangani wabah Covid-19. Sebaliknya, di fase tersebut, rumah sakit dan tenaga medis sangat rentan terpapar virus asal Wuhan, China itu.
Karena itu, rumah sakit harus betul-betul memiliki benteng pertahanan yang kuat dari sisi sarana dan prasana saat memasuki tahap new normal.
"Kalau misal (mapping kemampuan fasilitas kesehatan) tidak disiapkan dengan baik maka beban ada di tenaga medis," ujarnya.
Hal serupa disampaikan Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra. Dia menyarankan rumah sakit memperkuat fasilitas perawatan pasien Covid-19 saat memasuki new normal.
"Fasilitas perawatan tetap disiapkan, ditingkatkan," ucap Hermawan.
Selain itu, rumah sakit juga harus terus meningkatkan kualitas pelayanan di masa new normal. Sebab, di masa transisi bahkan sampai fase new normal nanti diprediksi kasus Covid-19 meningkat.
"Penguatan kapasitas layanan, mulai dari pemeriksaan tetap harus ditingkatkan karena sewaktu-waktu kasus ini kan masih cukup fluktuatif," ujarnya.
Sumber: merdeka.com
komentar Pembaca