Jumat, 15 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Ini Tuntutan Mahasiswa Kampar dalam Rangka Peringatan Hari Guru

Ini Tuntutan Mahasiswa Kampar dalam Rangka Peringatan Hari Guru

Rabu, 25 Nov 2015 15:26
TribunPekanbaru
Pengunjuk rasa dihadang oleh personil Satpol PP di pintu gerbang Disdikbud Kampar, Rabu (25/11/2015).
BANGKINANG - Peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-70 di Kampar diwarnai aksi unjuk rasa, Rabu (25/11/2015).

Aksi digelar massa gabungan mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Tuanku Tambusai dan Gerakan Mahasiswa Kampar (GMK).

Massa awalnya sebarisan. Namun mahasiswa STKIP-TT memisahkan diri dari massa GMK atas perintah dosen mereka. Koordinator Lapangan Rudi yang juga mahasiswa STKIP-TT membantah dirinya membuat pernyataan sikap. Meski di dalam pernyataan sikap itu tercantum namanya.

"Bukan saya itu. Nggak tau saya itu siapa yang buat," kata Rudi saat akan meninggalkan Kantor Disdikbud Kampar.

Dalam pernyataan sikap itu, pengunjuk rasa menuding Nasrul gagal memimpin Disdikbud. Kegagalan itu dibuktikan dengan masih berlangsungnya perbudakan terhadap guru honor.

Disebutkan, ada 2.653 guru honor komite di Kampar. Hanya 1.250 orang di antaranya menerima gaji dari Pemerintah Kabupaten Kampar.

"Itupun tidak seberapa nilainya. Untuk minyak motor tidak cukup. Rp. 400.000 per bulan," seru Risko, orator dari GMK, saat membacakan pernyataan sikap itu.

Menurut pengunjuk rasa, ribuan guru dipekerjakan secara tidak manusiawi. Disdikbud dinilai melakukan pelanggaran HAM terhadap guru.

Selain itu, Disdikbud juga dituding mencurangi proses verifikasi persyaratan penerima Beasiswa tahun 2015. Banyak mahasiswa penerima yang tidak berhak.

Bahkan ada mahasiswa penerima beasiswa yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tidak mencukupi. Bahkan, diduga pihak Disdikbud melakukan pemotongan hingga Rp. 1.000.000 per orang.

Adapun tuntutan dalam pernyataan sikap itu, sebagai berikut:

1. Pecat Kadisdikbud Kampar sekarang juga
2. Beri seluruh guru honorer upaya layak sesuai UMK tanpa tebang pilih
3. Distribusikan Guru PNS secara merata
4. Tangkap mafia pendidikan Kampar
5. Usut tuntas kecurangan verifikasi dana beasiswa Kampar 2015 dan lakukan verifikasi ulang.

(tribunnews.com)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Kamis, 14 Mei 2026 16:30

    Polrestro Tangkot Bekuk 36 Penjahat Jalanan dalam Sebulan, Ungkap 52 Kasus.

    Jakarta - Polres Metro Tangerang Kota (Polrestro Tangkot) merilis kinerja Satuan Reserse Kriminal-nya dalam memerangi kejahatan jalanan selama sebulan belakangan. Sebanyak 52 kasus terungkap, dengan t

  • Kamis, 14 Mei 2026 16:06

    Ratusan Motor Ludes Saat Kebakaran Hebat di Pabrik Ban Purworejo

    Jakarta - Kebakaran hebat terjadi di parkiran sepeda motor karyawan PT Arami Jaya di Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Ratusan sepeda motor milik karyawan pabrik hangus terbakar. Keru

  • Kamis, 14 Mei 2026 15:52

    11 Manfaat Air Rebusan Kunyit, Rahasia Kesehatan Alami dari Rempah Nusantara

    Air rebusan kunyit, minuman tradisional yang telah lama dikenal di Indonesia, kini semakin populer berkat berbagai manfaat kesehatannya. Minuman ini dibuat dari rimpang kunyit, sebuah rempah dengan wa

  • Kamis, 14 Mei 2026 15:48

    Remaja di Bogor Tewas Usai Digigit Ular yang Melintas Saat Nongkrong

    Jakarta-(18) tewas usai digigit ular weling saat nongkrong di Land Bow, Pasir Jaya, Bogor Barat. Sementara rekannya, H (21), kini kritis di ICU RS UMMI.“Betul, satu orang yang meninggal. Kejadian ke

  • Kamis, 14 Mei 2026 15:26

    Potret Dampak Longsoran TPA Cipayung Depok di Permukiman Warga Sekitar

    Longsoran sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung ke aliran Kali Pesanggrahan di kawasan Pasir Putih, Depok, Jawa Barat, memperparah banjir di wilayah perbatasan Sawangan dan Cipayung. Tump

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.