Peristiwa
Jadi Korban Tabrak Lari, Jasad Darmanto Dibuang di Parit
Jumat, 21 Des 2018 15:01
Sosok mayat pertama kali ditemukan sekira pukul 07.00 Wita pagi tadi, oleh warga yang melintas di lokasi kejadian. Saat itu, jasad pria berkaos dan celana pendek, ditemukan kondisi telungkup di parit.
Jasad itu lantas dibawa ke kamar jenazah RSUD AW Syachranie. Tidak lama beredar informasi di media sosial, ada anggota keluarga yang kehilangan kontak saudara prianya, usai jadi korban tabrak lari di Jalan Letjend S Suprapto, simpang tiga Jalan Anggur.
"Kami, keluarga datang ke sini, ternyata benar jasad ini keluarga kami yang kami cari dari subuh tadi. Namanya Darmanto," kata saudara sepupu Darmanto, Rukayat (34), ditemui merdeka.com di kamar jenazah RSUD AW Syachranie, Jumat (21/12).
Pengamatan merdeka.com, terdapat luka di bagian kelopak mata kanannya, dan di beberapa bagian tubuhnya. Jasad Darmanto yang keseharian sebagai supir truk itu masih terbujur kaku, menunggu ambulan yang akan membawa ke rumah duka, di Jalan Anggur.
"Kejadiannya sekitar jam 3.30 pagi tadi. Sepupu saya ini mau isi BBM truknya, yang diparkir di pinggir jalan. Kata istrinya, sempat pulang ke rumah di Jalan Anggur, ambil ban. Tapi, begitu mau jalan bawa truk, tidak ada ngabari lagi," ujar Rukayat.
Informasi didapat Rukayat dari warga sekitar truk yang diparkir, Darmanto jadi korban tabrak lari. "Mobil pikap Grand Max. Nggak lama sopir pikap itu balik lagi, bawa sepupu saya, katanya mau ke rumah sakit. Tapi kami keluarga, cari keliling rumah sakit, tidak ada. Nggak tahunya, tadi pagi dapat info, saudara saya ini ditemukan meninggal di parit. Kok dibuang seperti bangkai?" ujar Rukayat heran.
"Kami, keluarga meminta kepada penabrak, jangan lah dibuang begini. Kalau tidak mau tanggungjawab, bawa saja ke rumah sakit. Jangan dibuang di parit. Ada yang sempat catat nomor polisinya KT 8817 UI," ucap Rukayat.
Ditemui merdeka.com, saksi mata Thalib (59), mengatakan, Darmanto awalnya ditemukan terlentang di jalan. "Kemudian ada mobil pikap putar balik, ngaku menabrak, dan mau bawa ke rumah sakit. Korban kemudian di bawa di kursi sebelah kiri. Kondisinya waktu itu masih hidup kok," kata Thalib.
"Saya juga heran, ditemui polisi tadi pagi korban ada luka di pelipis mata kanannya. Padahal, saya liat tidak ada lukanya. Nah, nggak tahunya, malah ditemukan di parit tadi pagi. Saya benar-benar heran," sebut Thalib.
Kanit Laka Satlantas Polresta Samarinda Ipda Henny Merdekawati dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. "Pelaku itikad baik, tapi tidak bawa ke rumah sakit. Kami sedang cari informasi lebih lanjut. Mudah-mudahan pelakunya bisa segera kita temukan," kata Henny.
(merdreka.com)
Usai Keracunan Massal Papua, BGN Bekukan Sementara SPPG dan Lakukan Investigasi
Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait penyaluran makanan di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, usai dugaan keracunan
Keracunan MBG Papua, BGN Ungkap Arah Dugaan Penyebab
Ratusan pelajar di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, dilaporkan mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden Keracunan MBG Papua ini tengah ditangani otorit
Dua WN India Bawa 'Oleh-Oleh' dari Thailand, Isinya Paket Ganja Rp1,5 Miliar
Petugas Bea Cukai Ngurah Rai dan Satresnarkoba Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai mengungkap kasus penyelundupan narkotika dan menangkap dua warga negara asing (WNA) asal India. Kedua warga asi
Napi Kabur Saat Izin Makan Siang, Kalapas dan KPLP Pekanbaru Dicopot
PEKANBARU â€" Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, resmi dicopot dari jabatannya menyusul kasus kaburnya seorang tahanan perkara narkotika berinisial ISD yang sebelum
Komisi III DPRD Riau Bongkar Dugaan Kebocoran PAD, Perusahaan Miliki Ratusan Kendaraan tapi yang Bayar Pajak Hanya Segelintir
PEKANBARU â€" Potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau kembali menjadi sorotan. Komisi III DPRD Riau menemukan indikasi mencengangkan, ada perusahaan yang saat mengurus perizinan m