Jumat, 15 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Kekerasan Terhadap Jurnalis, Kapolda Riau: Media dan Polisi Itu Bermitra

Kekerasan Terhadap Jurnalis, Kapolda Riau: Media dan Polisi Itu Bermitra

Senin, 07 Des 2015 14:46
Kapolda Riau, Wakapolda dan Kabid Humas bertemu dengan puluhan jurnalis terkait kasus pemukulan wartawan
PEKANBARU - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Brigjen Dolly Bambang Hermawan, menyampaikan permintaan maafnya terkait aksi kekerasan oknumnya terhadap seorang jurnalis, saat meliput kongres HMI di Gelanggang Remaja, Sabtu lalu. Kapolda berjanji menindak tegas anggotanya yang terlibat penganiayaan itu.

Brigjen DB Hermawan menegaskan kasus tersebut terus berjalan. Artinya, kepolisian masih melakan penyelidikan, siapa saja personil yang terlibat dalam pemukulan itu. "Kasus jalan terus, percayakan kepada kami. Belum pernah ada saya melindungi anggota, kalau perlu dipecat, ya pecat saja," ujar Dolly dihadapan puluhan insan pers.

Bahkan Kapolda mengatakan, kalau insan pers ingin mencari siapa yang salah, maka dialah pihak yang paling bertanggung jawab atas kekerasan terhadap jurnalis. "Saya yang paling bertanggung jawab, karena saya pimpinannya. Saya mohon maaf atas segala tindakan (anggota), saya tidak dalam kerangka menjustifikasi," sambungnya.

Terlepas dari semua itu, Kapolda menginginkan agar kasus ini jadi pelajaran kedua belah pihak, bahwa antara polisi dan media merupakan mitra. "Kami sangat butuh media dalam mempublikasi kegiatan positif dan berbagai ungkapan kasus. Begitu juga media, butuh kepolisian dalam pemberitaannya. Kita ini mitra," sebutnya.

Sementara itu, dari pihak jurnalis yang diwakili Ketua AJI (Aliansi Jurnalis Independen), Fahrur Rozi menginginkan agar ada tindakan tegas dari kepolisian, untuk pembelajaran dan efek jera. "Tolong penyelidikannya transparan, dan kami akan kawal sampai tuntas. Harus ada syok terapi bagi oknum yang memukul jurnalis," sebut Rozi.

Usai menggelar pertemuan dengan Kapolda, Ketua AJI dan persatuan lainnya langsung membuat laporan resmi terkait pemukulan tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau. Ikut hadir saat itu, Zuhdy Febriyanto, jurnalis yang jadi korban penganiayaan polisi. "Selain membuat laporan ke Ditresmkrimum, kita juga akan membuat laporan ke Propam Polda Riau," yakin Rozi.

Untuk diketahui, aksi solidaritas yang dilakukan puluhan insan jurnalis ini pertama kali dilakukan dalam delapan tahun terakhir. Sebelumnya, aksi yang sama juga pernah terjadi, sekitar tahun 2007 lalu, saat Polda Riau dipimpin oleh Sutjiptadi. Untuk kali ini, para jurnalis menuntut agar ditindaknya personil polisi yang mengeroyok wartawan saat meliput acara kongres HMI.(grc)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Kamis, 14 Mei 2026 16:30

    Polrestro Tangkot Bekuk 36 Penjahat Jalanan dalam Sebulan, Ungkap 52 Kasus.

    Jakarta - Polres Metro Tangerang Kota (Polrestro Tangkot) merilis kinerja Satuan Reserse Kriminal-nya dalam memerangi kejahatan jalanan selama sebulan belakangan. Sebanyak 52 kasus terungkap, dengan t

  • Kamis, 14 Mei 2026 16:06

    Ratusan Motor Ludes Saat Kebakaran Hebat di Pabrik Ban Purworejo

    Jakarta - Kebakaran hebat terjadi di parkiran sepeda motor karyawan PT Arami Jaya di Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Ratusan sepeda motor milik karyawan pabrik hangus terbakar. Keru

  • Kamis, 14 Mei 2026 15:52

    11 Manfaat Air Rebusan Kunyit, Rahasia Kesehatan Alami dari Rempah Nusantara

    Air rebusan kunyit, minuman tradisional yang telah lama dikenal di Indonesia, kini semakin populer berkat berbagai manfaat kesehatannya. Minuman ini dibuat dari rimpang kunyit, sebuah rempah dengan wa

  • Kamis, 14 Mei 2026 15:48

    Remaja di Bogor Tewas Usai Digigit Ular yang Melintas Saat Nongkrong

    Jakarta-(18) tewas usai digigit ular weling saat nongkrong di Land Bow, Pasir Jaya, Bogor Barat. Sementara rekannya, H (21), kini kritis di ICU RS UMMI.“Betul, satu orang yang meninggal. Kejadian ke

  • Kamis, 14 Mei 2026 15:26

    Potret Dampak Longsoran TPA Cipayung Depok di Permukiman Warga Sekitar

    Longsoran sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung ke aliran Kali Pesanggrahan di kawasan Pasir Putih, Depok, Jawa Barat, memperparah banjir di wilayah perbatasan Sawangan dan Cipayung. Tump

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.