Kamis, 28 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Kenang Lukisan Bunga Dijarah, Sri Mulyani: Lebih dari Sekadar Kanvas

Peristiwa,

Kenang Lukisan Bunga Dijarah, Sri Mulyani: Lebih dari Sekadar Kanvas

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 03 Sep 2025 11:55
Berita satu.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membagikan curahan hati (curhat) setelah rumah pribadinya dijarah massa pada Minggu (31/8/2025) dini hari.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @smindrawati, ia mengenang secara emosional tentang sebuah lukisan bunga hasil karyanya sendiri yang turut raib dijarah.

“Lukisan bunga yang saya lukis 17 tahun lalu adalah hasil dan simbol perenungan serta kontemplasi diri, sangat pribadi,” tulis Sri Mulyani dalam unggahan pada Rabu (3/9/2025).

Ia mengungkapkan, lukisan itu tidak hanya sebatas objek seni, melainkan menyimpan kenangan mendalam, seperti rumah yang menjadi tempat anak-anaknya tumbuh dan bermain.

"Seperti rumah tempat anak-anak saya tumbuh dan bermain, sangat pribadi dan menyimpan kenangan tak ternilai harganya," ungkapnya.

Dalam unggahan yang disertai foto pelaku berjaket merah memanggul lukisan keluar dari rumahnya, Sri Mulyani mengungkapkan perasaannya atas hilangnya rasa aman, kepastian hukum, dan nilai-nilai perikemanusiaan.

“Lukisan bunga itu telah raib lenyap, seperti lenyapnya rasa aman, rasa kepastian hukum dan rasa perikemanusiaan yang adil dan beradab di bumi Indonesia,” tulisnya.

Namun, di balik kehilangan benda pribadi, Sri Mulyani menegaskan ada kehilangan yang jauh lebih besar, nyawa manusia.

Ia menyebut nama-nama korban jiwa dalam tragedi Minggu kelabu akhir Agustus itu  termasuk Affan Kurniawan, Muhammad Akbar Basri, Sarinawati, Syaiful Akbar, Rheza Sendy Pratama, Rusdamdiansyah, dan Sumari sebagai duka mendalam bagi bangsa.

“Minggu kelabu akhir Agustus itu, ada korban yang jauh lebih berharga dibanding sekedar lukisan saya, yaitu korban jiwa manusia yang melayang yang tak akan tergantikan. Tragedi kelam Indonesia,” tulis Sri Mulyani.

Dalam unggahannya, Sri Mulyani juga menyisipkan lagu Jangan Menangis Indonesia karya musisi Harry Roesli. Sebuah lagu yang menyiratkan kesedihan mendalam tetapi juga ajakan untuk bangkit dan menjaga keutuhan bangsa.

Pada akhir unggahannya, ia juga menyerukan agar seluruh elemen bangsa tidak menyerah pada kekuatan yang merusak.

“Indonesia adalah rumah kita bersama. Jangan biarkan dan jangan menyerah pada kekuatan yang merusak itu. Jaga dan terus perbaiki Indonesia bersama, tanpa lelah, tanpa amarah dan tanpa keluh kesah serta tanpa putus asa,” tutupnya.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Kamis, 28 Mei 2026 18:01

    Penguatan Transmisi Jadi Sorotan dalam Perbaikan Sistem Kelistrikan Sumatera

    JAKARTA - Blackout di Sumatera harus menjadi pengingat pentingnya penguatan jaringan transmisi untuk menjaga pasokan listrik di wilayah tersebut. Jaringan interkoneksi Sumatera yang membentang lintas

  • Kamis, 28 Mei 2026 17:57

    Dukung Ketahanan Pangan, BRI Salurkan KUR Rp65,9 Triliun Jangkau 558 Ribu Petani dan 23 Ribu Nelayan

    JAKARTA - Penguatan fondasi ekonomi kerakyatan menjadi fokus PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dalam menyalurkan pembiayaan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. Upaya ini d

  • Kamis, 28 Mei 2026 17:55

    Menteri PU Targetkan 93 Sekolah Rakyat Tahap II Rampung Juni 2026

    JAKARTA - Pemerintah mempercepat penyelesaian pembangunan sekolah rakyat tahap II agar seluruh proyek rampung pada 20 Juni 2026 dan siap digunakan pada tahun ajaran 2026/2027 di Juli.Hingga 25 Mei 202

  • Kamis, 28 Mei 2026 17:50

    Kemendag Take Down 2.639 Iklan Elektronik Bermasalah hingga Maret 2026

    JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta penurunan (take down) 2.639 iklan elektronik yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan melalui patroli siber pada 21 platform

  • Kamis, 28 Mei 2026 17:43

    Kemenag Dukung Aparat Usut Kasus Pembubaran Ibadah di Gereja Bantul

    JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menyesalkan peristiwa pembubaran ibadah di Gereja Misa Sejahtera, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kemenag juga menegaskan dukungannya terhadap langkah a

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.