Kamis, 16 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Kericuhan antara Anggota TNI dan Warga Desa di Karo Berakhir Damai

Kericuhan antara Anggota TNI dan Warga Desa di Karo Berakhir Damai

admin
Rabu, 22 Apr 2020 11:19
Ilustrasi tangan bersalaman. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/Santiago Cornejo
Kericuhan yang terjadi antara personel Batalyon 125/Simbisa dengan warga Desa Merek, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumut, berakhir dengan perdamaian. Begitupun, pihak-pihak yang melanggar hukum tetap akan diproses.

Perdamaian disepakati setelah kedua belah pihak dimediasi di kantor Camat Merek, Selasa (21/4). Proses mediasi itu dihadiri perangkat desa dan sejumlah warga. Danbrigif 7/RR Kolonel Inf Agustatius Sitepu, Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal dan Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo juga hadir di sana.

"Hasil kesepakatan tadi bahwa persoalan ini akan diselesaikan di sini secara damai. Adapun hal lain terkait proses hukum antara kedua belah pihak akan diselesaikan ke masing masing bagian," ujar Agustatius kepada wartawan seusai mediasi.

Agustatius menegaskan pihaknya mengutamakan perdamaian terkait insiden ini. Meski begitu, siapa pun yang terbukti bersalah tetap akan diproses sesuai hukum.

"Artinya bila ada anggota kami yang melakukan kesalahan prosedur, melanggar disiplin militer, akan kita tindak sesuai aturan. Dan juga apabila masyarakat yang melanggar hukum pidana, kita serahkan pada Polres. Namun penyelesaian damai yang kita utamakan," ujar Agustatius.

Mewakili kesatuannya, Agustatius meminta maaf kepada masyarakat Desa Merek atas perlakuan anggotanya. Mereka akan menanggung biaya perobatan korban yang terluka.

"Selaku komandan kesatuan, mohon maaf kepada masyarakat Desa Merek apabila dalam kejadian kemarin. Ada kesalahpahaman, ada korban, dan sebagainya, dan semua akan kita tanggung apabila ada (biaya) pengobatan dan sebagainya," sebut Agustatitus.

Dia mengimbau warga Desa Merek untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Dia menjamin kejadian serupa tidak akan terulang.

"Anggota kita sudah kita kendalikan tidak akan ada aksi lebih lanjut. Secara institusi (kami) menganggap kasus ini sudah selesai tinggal kami proses hukum bagi anggota kami yang melanggar (aturan)," tutupnya.

Seperti diberitakan, insiden terjadi terjadi di sekitar kantor polisi yang ada di Desa Merek, Senin (20/4) malam. Puluhan personel TNI dari Batalyon 125/Simbisa memukuli warga yang ada di sana. Warga mengklaim lebih dari 10 orang terluka. Peristiwa itu sendiri dipicu kericuhan antara sekelompok warga dengan personel Batalyon 125 di SPBU yang ada di Desa Merek. 

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki