Peristiwa
Kesaksian Warga Soal Kematian Balita Korban Kekerasan Keluarga Angkat
detik.com
Kamis, 26 Sep 2019 10:46
Menjelang kematiannya, NP diperkosa bergantian oleh kakak angkatnya yang berusia 16 dan 14 tahun. Biadabnya saat SR (36), ibu angkat korban, memergokinya, ia malah memukuli dan mencekik leher korban.
Aksi mengerikan itu terjadi di Kampung Bojongloa, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Warga setempat mengaku kaget dengan kejadian itu. Meskipun sebelumnya mereka mengetahui balita NP kerap dijadikan sasaran kekerasan SR.
Kondisi rumah itu masih dipasangi garis polisi melintang di bagian depan dan belakang rumah kontrakan. Karena posisi rumah kontrakan itu berdekatan, warga kerap mendengar teriakan korban ketika dianiaya oleh SR. "Warga sering lapor, kalau rumah saya sendiri kan jauh," imbuh Edi.
Warga mengaku sering mendengar kemarahan SR kepada korban, namun mereka tidak berani melerai karena sifat SR yang dikenal pemarah.
"Kadang suka terdengar dia marah-marah, lalu (korban) dipukul. Warga juga mau bagaimana, kita juga takut karena dia (SR) dikenal galak. Anaknya juga pernah disetrika di bagian kakinya," kata perempuan berinisial PT tetangga kontrakan SR.
Menurut PT, SR dulunya berjualan makanan ringan dan berkeliling kampung sementara suaminya Dayat kerja serabutan. Namun karena mengeluh sering rugi SR akhirnya menghentikan aktivitasnya itu.
"Dulu sering jualan, sekarang-sekarang sudah enggak. Kebanyakan aktivitas di rumah, kita hanya tahu itu. Ada anak-anaknya juga dua masih sekolah SMP dan SMA mereka bergaulnya di luaran kampung sini," lanjutnya.
"Sudah dilimpah ke kita, dua pelaku tidak kita tahan karema usianya di bawah umur. Namun tetap dalam pengawasan untuk kepentingan penyidikan, hasil tes kejiwaan mungkin baru hari ini bisa diumumkan hasilnya," kata Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Maulana di ruang kerjanya.
Hasil kejiwaan dilakukan untuk memeriksa penyimpangan seksual yang terjadi antara Ibu dan dua anak kandungnya. "Kita periksa soal inses atau hubungan badan sedarah yang juga terungkap di balik kejadian ini," tandas Maulana.
Dua Paket Sabu Disita, Polres Dumai Ringkus Tersangka di Bukit Kapur
DUMAI - Berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkotika, Satuan Reserse Narkoba Polres Dumai bergerak cepat hingga berhasil mengungkap kasus peredaran sabu di wila
Bupati Kuansing Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang
Kuansing-Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, H Zulmansyah Sekedang, pada Sabtu (18/4/2026) pukul 00.05 WIB.Uc
Plt Gubri Sampaikan Duka Mendalam, Ajak Masyarakat Doakan Almarhum Zulmansyah Sekedang
Pekanbaru-Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Indonesia setelah Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu 18 April 2026 dini ha
Keluarga Besar PWI Berduka, Ketum Akhmad Munir: Kami Kehilangan Kader Terbaik
Jakarta-Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.1
Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia
JAKARTA -Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.