Peristiwa
Koleksi satwa di KBS bertambah, bayi watusi betina lahir selamat
Jumat, 04 Mar 2016 13:33
Alhasil, kelahiran watusi betina menggenapkan jumlah satwa bertanduk panjang khas Afrika itu di KBS. Kini ada dua Watusi jantan dan dua Watusi betina.
Dikatakan Pjs Dirut Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya, Aschta Boestani Tajudin, pada Selasa (1/3) pagi, perawat satwa melihat watusi betina tengah mengandung mengeluarkan banyak lendir.
"Setelah diperiksa oleh tim medis, diputuskan untuk melakukan pengamatan dan pengawasan intensif pada saat itu. Kemudian, pada hari Kamis (3/3) kemarin, sekitar pukul 04.30 WIB, KBS menerima kabar gembira. Seekor watusi betina telah lahir selamat. Beratnya 25 kilogram," kata Aschta, Jumat (4/3).
Aschta melanjutkan, kondisi bayi watusi itu sehat, tapi masih lemah
dan sangat tergantung dengan keberadaan dan perawatan induk betinanya.
"Dengan kelahiran bayi watusi betina yang merupakan anak kedua dari
pasangan watusi koleksi KBS. Sehingga, total watusi koleksi KBS,
berjumlah empat ekor, yaitu dua betina dan dua jantan," lanjut Aschta.
Asctha menceritakan, pada 25 Maret 2013 lalu, KBS menerima sepasang watusi jantan dan betina dari Taman Safari II, Prigen, Pasuruan. "Kemudian, pada 8 Agustus 2014, sepasang watusi ini melahirkan bayi jantan, yang diberi nama Fajar. Dan Kamis kemarin, induk betina watusi itu kembali melahirkan bayi berjenis kelamin betina," sambung Aschta.
Kepala Departemen Kesehatan Satwa KBS, drh Rahmat Suharta mengatakan, bayi watusi baru lahir itu, akan diberikan air susu tambahan dengan takaran 144 cc setiap dua jamnya. "Tujuannya memberikan kekuatan secepatnya agar bayi watusi dapat berdiri, dan selanjutnya akan memudahkannya segera menyusu ke induknya," ucap Aschta.
Saat ini, kata Aschta, tim medis dan perawat satwa akan memantau terus selama 24 jam, guna melihat perkembangan bayi watusi itu. "Setelah itu, induknya akan mengambil alih perawatan. Sebagai tindak pengamanan, lokasi induk dan anak terpisah dari induk dan jantan," tandasnya.
Ankole-Watusi, juga dikenal dengan julukan Banteng Afrika atau Ankole-Bertanduk Panjang, merupakan jenis satwa asli dari Afrika. Hewan ini memiliki ciri tanduk besar, dan panjang mencapai 2,4 meter dari ujung ke ujung. Tanduk itu digunakan sebagai alat pertahanan, serta sebagai alat penyeimbang suhu tubuh dikala cuaca panas.
Watusi dewasa mempunyai bobot antara 410 kilogram hingga 730 kilogram. Masa kehamilannya sekitar 8 hingga 9 bulan, dan rata-rata melahirkan satu ekor anak setiap kali periode (merdeka.com)
Peristiwa
Polda Metro Siapkan Pengamanan 47 Kegiatan di Jakarta dan Sekitarnya
Jakarta - Polda Metro Jaya mengamankan 47 kegiatan yang berlangsung di wilayah hukumnya hari ini. Kegiatan terdiri dari tiga penyampaian pendapat di muka umum dan 44 kegiatan masyarakat.Kabid Humas Po
Purbaya Janji Nggak Ada Kenaikan Pajak, tapi Kejar Penunggak
Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak meski berupaya meningkatkan penerimaan negara. Langkah yang ditempuh adalah mengoptimalkan penagi
AXIS Nation Cup 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pembinaan Talenta Futsal Pelajar di 40 Kota
JAKARTA-PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui brand AXIS kembali menghadirkan AXIS Nation Cup (ANC) 2026, turnamen futsal antarpelajar jenjang SMA dan SMK yang memasuki tahun keempat peny
Mulai 3 Agustus, Ribuan UMKM Bisa Urus NIB hingga Sertifikat Halal Gratis di DPMPTSP Riau
PEKANBARU - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin mengurus legalitas usaha secara gratis diminta memastikan seluruh dokumen persyaratan telah lengkap sebelum mendatangi lokasi pela
Jenguk Pasien RSUD Dorak, Bupati Asmar Pastikan Mutu Layanan Meranti
MERANTI - Bupati Kepulauan Meranti Asmar mengunjungi tokoh masyarakat Katan beserta sejumlah warga yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dorak, Selatpanjang, Jumat (31/7/20