Selasa, 28 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Lantai Tangsi Belanda Ambruk, Muhtarom Minta Pemda Siak Cek Struktur Bangunan Wisata

Berita

Lantai Tangsi Belanda Ambruk, Muhtarom Minta Pemda Siak Cek Struktur Bangunan Wisata

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 03 Feb 2026 15:11
(FotoGoriau.com)
PEKANBARU â€" Anggota DPRD Riau Daerah Pemilihan (Dapil) Siakâ€"Pelalawan, Muhtarom, meminta pemerintah daerah segera melakukan pengecekan ulang terhadap struktur bangunan wisata Tangsi Belanda di Kabupaten Siak. Permintaan tersebut menyusul ambruknya lantai bangunan bersejarah itu pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Muhtarom menilai insiden tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya pemerintah daerah dan dinas terkait. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap proyek bangunan, terutama yang menggunakan material kayu, agar benar-benar sesuai dengan standar teknis dan keselamatan.

'Dinas terkait seharusnya mengontrol penuh proses pembangunan, termasuk memastikan penggunaan material kayu yang kuat dan berkualitas. Dengan pengawasan yang baik, kecelakaan yang melibatkan siswa dan guru saat kejadian seharusnya bisa dicegah,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kejadian serupa berpotensi menimbulkan korban yang lebih serius, terutama jika menimpa pengunjung dewasa.

“Saya mendesak agar tidak hanya bangunan yang runtuh yang diperiksa, tetapi juga seluruh struktur kayu di kawasan wisata tersebut harus dicek secara menyeluruh,” tegasnya.

Selain Tangsi Belanda, anggota Komisi IV DPRD Riau ini juga meminta Pemerintah Kabupaten Siak untuk melakukan evaluasi terhadap bangunan bersejarah dan ikon wisata lainnya di daerah tersebut.

Menurutnya, objek wisata seperti Istana Siak dan Balai Kerapatan perlu dipastikan kelayakan dan keamanannya demi keselamatan pengunjung.

“Bangunan-bangunan bersejarah ini menjadi aset daerah dan tujuan wisata. Jangan sampai kelalaian dalam perawatan dan pengawasan justru membahayakan masyarakat,” tutup Muhtarom. (grc)
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.