Senin, 06 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Mensos Tetapkan Kulon Progo Sebagai Kawasan Siaga Bencana

Mensos Tetapkan Kulon Progo Sebagai Kawasan Siaga Bencana

admin
Rabu, 19 Agu 2020 16:53

 Menteri Sosial, Juliari P Batubara menetapkan wilayah Kabupaten Kulon Progo sebagai Kawasan Siaga Bencana (KwSB). Kabupaten Kulon Progo menjadi daerah ke 8 yang ditetapkan sebagai KwSB.

Ada sejumlah kecamatan yang masuk ke dalam KwSB Kabupaten Kulon Progo. Diantaranya adalah Kecamatan Temon, Kecamatan Galur,Kecamatan Panjatan dan Kecamatan Karangwuni.

Juliari menerangkan pengembangan KwSB adalah upaya peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi masyarakat dalam mengantisipasi kejadian bencana luar biasa dan mengurangi risiko bencana. Terutama untuk daerah Kabupaten Kulonprogo, DIY.

"Arahan Presiden jelas, tingkatkan kesiapsiagaan bencana di daerah rawan bencana. Dipilihnya Kulonprogo sebagai daerah KwSB karena memang di sini rawan bencana. Kementerian Sosial mencanangkan 471 Kawasan Siaga Bencana se-Indonesia termasuk di sini," ujar Juliari, Rabu (19/8).

Juliari menerangkan jika pengembangan KwSB merupakan bentuk kegotongroyongan. Juliari menuturkan apabila penanganan bencana hanya mengandalkan personil TNI, Polri, Tagana dan unsur pemerintah lainnya maka tidak akan lancar karena ada keterbatasan personel.

Sebelum di Kulon Progo, Kemensos telah menetapkan tujuh daerah masuk ke KwSB. Diantaranya Kabupaten Cilacap dan Kebumen, Jawa Tengah serta Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Di kabupaten itu ada KwSB meliputi sejumlah kecamatan. Ketujuh kecamatan itu adalah Kecamatan Kalipucang, Kecamatan Pangandaran, Kecamatan Sidamulih (Kabupaten Pangandaran), Kecamatan Kesugihan dan Kecamatan Adipala (Kabupaten Cilacap), Kecamatan Ayah dan Kecamatan Buayan (Kabupaten Kebumen).

"Pada tujuh kecamatan tersebut terdapat desa-desa (berdasarkan hasil pemetaan BMKG) yang memiliki risiko tinggi dan berada pada jalur Megathrust. Sebagian desanya ada yang memiliki risiko rendah terhadap bencana, namun diharapkan dapat menjadi daerah penyangga ketika terjadi bencana," ungkap Juliari.

"Kita akan terus kembangkan KSB dari kampung siaga bencana menjadi kawasan siaga bencana untuk daerah yang ancaman bencananya besar. Untuk kampung siaga bencana saat ini sudah ada 741," sambung Juliari.


Juliari merinci di dalam KwSB, masyarakat diberikan edukasi dan simulasi bagaimana mengantisipasi jika terjadi bencana dengan tujuan agar warga tahu harus apa saat bencana melanda.

"Saat bencana terjadi, warga kawasan siaga bencana sudah benar-benar ready. Itu yang penting," urai Juliari.

Sedangkan menurut Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Pepen Nazaruddin, Kampung Siaga Bencana (KSB) akan fokus untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Nantinya pengembangan KSB juga memfasilitasi penyusunan Standar Pelayanan Minimal bidang Penanggulangan Bencana yang mengatur pembagian tugas dan kewenangan antara pusat dan daerah dalam penanggulangan bencana.

"Dalam edukasi ini Kementerian Sosial mengembangkan Community Based Disaster Management atau Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat yang diimplementasikan dalam program Tagana Masuk Sekolah (TMS) dan Kampung Siaga Bencana (KSB)," urai Pepen.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor