Sabtu, 11 Jul 2026
Menyulap Limbah Kayu Jadi Sepeda Bernilai Rp5 Juta
admin
Jumat, 10 Jul 2020 15:31
Teguh Rahayu, warga RT 2/RW 5, Desa Pucangan, Kartasura, Sukoharjo membuat kreasi sepeda kayuh. Memanfaatkan limbah kayu bakar yang berserakan di sekitar rumahnya, Teguh bisa membuat sejumlah sepeda berbahan tak biasa tersebut hingga bernilai jual tinggi. Satu unit sepeda kayu buatannya dibandrol Rp5 juta.
Teguh mengaku memanfaatkan momentum Covid-19 dan maraknya pesepeda di tanah air. Berasal dari ide briliannya tersebut, Teguh kini berhasil mendesain 3 jenis sepeda.
"Ada jenis chopper Harley-Davidson, cafe racer dan sepeda mini yang saya buat," ujar Teguh, Jumat (10/7).
Ia mengatakan, pembuatan ketiga sepeda tersebut cukup unik, meski tanpa sketsa desain yang matang, ia mampu menyelesaikan ketiga sepeda kayu kreasinya dalam kurun waktu 3 bulan ini. Teguh mengaku mendapatkan ide saat sedang santai di rumahnya.
"Saat sedang santai saya kepikiran ada model sepeda, nah langsung saya buat itu. Kalau sepeda yang saya buat pertama kali itu jenis chopper, ya butuh waktu satu bulan, karena masih pertama coba-coba juga agak lama," ungkapnya.
Pembuatan sepeda tersebut, lanjut dia, bukan tanpa hambatan. Meski berbahan dasar limbah kayu, ia tak sembarangan memilih jenis kayu yang digunakan. Pilihan utamanya adalah jenis kayu jati dan kayu mahoni yang sudah kering. Kedua kayu tersebut ringan dan tidak mudah melengkung serta menyusut.
"Proses pembuatan sepeda kayu ini memekan waktu satu bulan, paling lama pembuatan roda. Sampai 4 hari, karena harus menyesuaikan lingkarannya, dan lebih lagi memasang jeruji yang sulit juga," kata dia.
Teguh menambahkan, sepeda kayu buatannya mampu memahan beban hingga 80 kilogram. Dia mengaku menambahkan pelat besi pada rangka sepeda agar lebih kuat dan nyaman. Selain itu juga dimaksudkan kayunya tidak memuai.
Menurut Teguh, sepeda buatannya sudah diuji coba untuk berkeliling sekitar Kota Solo. Bahkan sepeda kayu tersebut sering digunakan cucunya untuk berkeliling kota. Karena kenaikannya, sepeda tersebut, banyak dilirik para tetaangga. Tak hanya dilihat atau dipinjam, namun ada beberapa orang yang menawar.
"Saya biasanya pakai untuk bersepeda sampai ke dekat Bandara Adi Soemarmo. Banyak yang suka pinjam atau hanya sekedar minta foto. Memang kayuhannya sedikit agak berat, tapi dipakai jarak jauh tidak masalah,” katanya lagi.
Untuk membuat satu sepeda, Teguh menghabiskan biaya Rp1,3 juta. Rencannya, ia akan menjual sepeda buatannya kepada warga yang berminat. Hingga saat ini sepeda miliknya telah ditawar sebesar Rp4 juta.
"Ada yang nawar Rp4 juta, enggak saya lepas, karena enggak sebanding sama kerja keras pembuatannya. Tapi kalau Rp5 juta ya saya lepas," pungkas dia.
Sumber: merdeka.com
komentar Pembaca