Minggu, 21 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Operasi Senyap di Hotel Dumai, WN Malaysia Gagal Edarkan Happy Five Senilai Rp 39,8 Miliar

Berita

Operasi Senyap di Hotel Dumai, WN Malaysia Gagal Edarkan Happy Five Senilai Rp 39,8 Miliar

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 13 Feb 2026 14:55
(FotoGoriau.com)
DUMAI â€" Upaya peredaran narkoba jaringan internasional kembali terendus aparat kepolisian. Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil menggagalkan penyelundupan 99.600 butir pil Happy Five (H5) yang dibawa oleh seorang Warga Negara (WN) Malaysia ke Kota Dumai, Riau.

Tersangka bernama Muhammad Syafiq Bin Mohd Suhaimi tak berkutik saat tim gabungan melakukan penggerebekan di sebuah kamar hotel tempatnya menginap, Kamis (12/2/2026). Dari tangan tersangka, polisi menyita tiga koper besar berisi ribuan butir pil haram tersebut dengan nilai taksir mencapai Rp 39,8 miliar.

Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengungkapkan bahwa penangkapan ini bermula dari adanya informasi masyarakat mengenai pergerakan mencurigakan terkait narkoba di wilayah Dumai.

"Berdasarkan hasil penangkapan dan penggeledahan di kamar hotel tersebut, tim gabungan menemukan tiga buah koper yang berisi kurang lebih 99.600 butir narkotika jenis Happy Five (H5)," jelasnya, Jumat (13/2/2026).

Barang bukti tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus rapi menggunakan plastic wrap. Eko menambahkan, jika lolos ke pasaran, barang haram ini berpotensi merusak ribuan generasi muda.
"Nilai konversi barang bukti diperkirakan sebesar kurang lebih Rp 39.840.000.000 dengan estimasi potensi penyelamatan sekitar 19.920 jiwa," paparnya.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, Syafiq hanyalah kurir yang digerakkan oleh pengendali dari Malaysia. Ia mengaku menerima tawaran pekerjaan tersebut dari rekannya bernama Abu Faiz.
Modus operandi yang digunakan cukup rapi. Setelah menyetujui pekerjaan tersebut, tersangka diarahkan untuk berkomunikasi dengan seseorang bernama Abu Ubaida. 

"Setelah menerima tawaran tersebut, tersangka dihubungi oleh seseorang yang mengaku bernama Abu Ubaida dan diminta untuk mengunduh aplikasi Zangi sebagai sarana komunikasi," urai Eko.

Hingga kini, penyidik masih melakukan pengembangan kasus untuk memburu jaringan pengendali di balik Syafiq, termasuk sosok Abu Faiz dan Abu Ubaida yang diduga menjadi otak penyelundupan ini.(Grc)
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.