Peristiwa
Pasutri di Malang Gantung Diri: Terlilit Utang Hingga Akhirnya Bunuh Diri
Rabu, 10 Apr 2019 09:08
Mereka adalah SP (52) dan istrinya TS (52), warga Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Bagian kepala sang suami masih memakai hoodie warna hitam, sementara sang istri terlihat memakai jaket dan kaki sebelah kanan masih tergantung di sebuah kursi plastik.
Seorang kerabat pertama kali yang menemukan keduanya gantung diri. Saat itu rumah dalam kondisi sepi, tidak satupun penghuni bisa dijumpai saksi.
"Yang menemukan kerabatnya, yang biasa antar jemput cucu korban. Ketika dicari tidak ada, ternyata sudah meninggal di lantai atas dengan cara gantung diri," kata Ketua RW 3 Sukardi saat dikonfirmasi detikcom di lokasi kejadian.
Putri tunggal pasutri gantung diri itu disebut tinggal di Bandung bernama CH (28). CH merantau ke Bandung, untuk tinggal bersama suaminya.
Sukardi cukup banyak tahu tentang korban, karena tinggal berseberangan. Namun, hari ini sebelum korban ditemukan meninggal gantung diri, Sukardi tak melihat keduanya muncul keluar rumah.
Warga sekitar mengenal dulu keduanya pengusaha sukses. Sang suami mampu membeli lebih banyak truk sebagai usaha transportasi dan menjalankan bisnis kayunya.
"Truknya sampai banyak dulu, karena usahanya maju. Yang suaminya asli sini, dan memang ulet dalam usaha," beber Sukardi yang rumahnya berseberangan dengan tempat tinggal korban.
Namun sejak setahun terakhir, bisnis yang dijalankan korban mulai surut hingga puncak beberapa bulan terakhir. Bahkan Sukardi tidak pernah terlihat batang hidungnya.
Karena jerat utang tersebut, lanjut Sukardi, SP (52) sang suami tidak pernah tinggal di rumah atau lokasi kejadian. Bahkan sudah berjalan hampir satu bulan lamanya.
"Suaminya tidak ada di sini, kayaknya baru pagi atau malam kemarin pulang. Karena saya tidak pernah tahu ada di rumah. Apa mungkin, karena diburu bank itu," ujarnya.
Kini, pasutri gantung diri itu dimakamkan berdampingan meski ada beberapa kendala hingga menyebabkan pemakaman memakan waktu lebih lama. "Tanahnya ambrol terus," ucap warga ditemui saat pemakaman.
Namun tak berselang lama, dua liang lahat tempat kedua jenazah disemayamkan dibuat berdampingan. Kata warga untuk memudahkan keluarga mengenali makam kedua korban.
"Anak kandung korban serta saudara dari korban tidak menyetujui adanya visum ataupun autopsi. Berdasarkan permintaan itu, dan diyakini kematian korban murni bunuh diri, maka jenazah langsung dimakamkan," ungkap Kapolsek Tumpang AKP Bambang Sidik Ahmadi kepada detikcom ditemui di Jalan Raya Tumpang, Selasa (9/4/2019).
Polda Metro Siapkan Pengamanan 47 Kegiatan di Jakarta dan Sekitarnya
Jakarta - Polda Metro Jaya mengamankan 47 kegiatan yang berlangsung di wilayah hukumnya hari ini. Kegiatan terdiri dari tiga penyampaian pendapat di muka umum dan 44 kegiatan masyarakat.Kabid Humas Po
Purbaya Janji Nggak Ada Kenaikan Pajak, tapi Kejar Penunggak
Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak meski berupaya meningkatkan penerimaan negara. Langkah yang ditempuh adalah mengoptimalkan penagi
AXIS Nation Cup 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pembinaan Talenta Futsal Pelajar di 40 Kota
JAKARTA-PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui brand AXIS kembali menghadirkan AXIS Nation Cup (ANC) 2026, turnamen futsal antarpelajar jenjang SMA dan SMK yang memasuki tahun keempat peny
Mulai 3 Agustus, Ribuan UMKM Bisa Urus NIB hingga Sertifikat Halal Gratis di DPMPTSP Riau
PEKANBARU - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin mengurus legalitas usaha secara gratis diminta memastikan seluruh dokumen persyaratan telah lengkap sebelum mendatangi lokasi pela
Jenguk Pasien RSUD Dorak, Bupati Asmar Pastikan Mutu Layanan Meranti
MERANTI - Bupati Kepulauan Meranti Asmar mengunjungi tokoh masyarakat Katan beserta sejumlah warga yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dorak, Selatpanjang, Jumat (31/7/20