Pedagang Masker Menjamur di Stasiun Bogor, 3 Jam Dapat Rp300 Ribu
admin
Senin, 21 Sep 2020 09:49
BOGOR - Larangan penggunaan masker scuba dan buff bagi penumpang KRL menjadi berkah bagi para penjual masker di Stasiun Bogor. Dalam tiga jam, mereka bisa mendapat uang hingga Rp 300 ribu.
Salah satu penjual masker, Sanusi (45) mengaku dirinya sudah berjualan masker di Stasiun Bogor sejak pukul 05.00 WIB pagi. Ia mampu menjual masker kesehatan dalam waktu tiga jam sebanyak 3 boks.
"Dari jam 5 di sini (jualan masker). Udah abis 3 boks, satu boks isinya 50 masker," kata Sanusi, kepada Okezone di lokasi, Senin (31/9/2020).
Sanusi menjual masker keseharan dengan harga Rp5 ribu untuk dua pcs. Sedangkan, untuk masker kain kurang diminati karena hargnya cukup mahal yakni mencapai Rp10 ribu satu maskernya. "Yang ini (masker kesehatan) murah lah Rp 5 ribu dapet dua. Kalau kain saya juha jual tapi sedikit yang beli baru laku 3 dari tadi," ungkapnya.
Pria yang sebelumnya berjualan koran itu mengaku penjualan masker hari ini cukup tinggi. Hal itu menyusul mulai diterapkannya larangan penggunaan masker scuba dan buff bagi penumpang KRL.
"Alhamdulillah banyak yang beli. Ya karena ada aturan gak boleh pake masker scuba sama buff itu. Sebelum ada ini, memang yang paling laku masker scuba sih," jelas Sanusi.
Sementara itu, salah satu penumpang KRL Ujang (40), mengaku mendukung adanya aturan baru tersebut. Meskipun dirinya harus mengeluarkan uang lagi untuk membeli masker yang dianjurkan agar bisa naik KRL.
"Enggak masalah sih, yang penting ada yang jual masker ini," ucap Ujang.
Seperti diketahui, PT KCI selaku operator operasional KRL, melarang penggunaan masker scuba kepada penumpangnya. Larangan ini di sebar di sejumlah stasiun yang ada di wilayah Jabodetabek.
Tidak hanya itu, larangan tersebut juga dibrlakukan untuk penumpang kereta jarak jauh. Penggunaan masker scuba dan buff dinilai kuranh efektif untuk mencegah penularan covid-19 di dalam kereta yang notabene pasti selalu ramai oleh penumpang.