Rabu, 11 Mar 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Peringatan K3 di Riau, Sekdaprov: Kecelakaan Kerja Adalah Kegagalan Sistem

Peristiwa

Peringatan K3 di Riau, Sekdaprov: Kecelakaan Kerja Adalah Kegagalan Sistem

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 04 Feb 2026 10:53
(FotoGoriau.com)
PEKANBARU â€" Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak dapat dilakukan secara sepihak. Pemerintah daerah, dunia usaha, serikat pekerja, hingga perguruan tinggi didorong untuk mengambil peran aktif dalam membangun ekosistem K3 yang kuat dan berkelanjutan.

Sebagai wujud bukti nyata kolaborasi, Pemerintah Provinsi Riau menggelar apel dalam bagian dari peringatan bulan keselamatan dan kesehatan kerja. Kegiatan ini mengusung tema Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.

Peringatan apel tersebut dipimpin langsung oleh Sekda Riau, Syahrial Abdi, Rabu (4/2/2026). Tampak hadir juga, Kepala Disnakertrans Riau, Roni Rakhmat, dan berbagai jajaran forkopimda serta pemangku kepentingan terkait di PTPN IV Regional III, Pekanbaru.

Sekda Riau, Syahrial Abdi, mengatakan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Menurutnya, K3 bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi fondasi utama dalam melindungi tenaga kerja dan menjaga keberlanjutan usaha.

"Indonesia memiliki lebih dari 146 juta pekerja yang bekerja di berbagai sektor dengan tingkat risiko yang berbeda-beda. Oleh karena itu, keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 bukan sekadar kewajiban regulatif, melainkan fondasi penting dalam melindungi tenaga kerja, menjaga keberlangsungan usaha, serta meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional," ujarnya.

Besarnya jumlah tenaga kerja tersebut menuntut sistem pengelolaan K3 yang profesional dan andal, agar risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat ditekan secara signifikan di seluruh sektor. Namun demikian, ia juga mengajak seluruh pihak untuk jujur melihat kondisi yang masih menjadi tantangan bersama, mengingat angka kecelakaan kerja di Indonesia masih tergolong tinggi.

"Pada tahun 2024, tercatat lebih dari 319 ribu kasus kecelakaan kerja. Di balik angka tersebut, ada pekerja yang kehilangan kemampuan kerja, bahkan kehilangan nyawa, ada keluarga yang terdampak, serta ada perusahaan dan negara yang menanggung beban sosial dan ekonomi," jelasnya.

Data tersebut menjadi pengingat bahwa masih terdapat celah dalam sistem K3 yang harus segera diperbaiki secara menyeluruh dan berkelanjutan oleh semua pihak yang terlibat. Syahrial Abdi menegaskan bahwa kecelakaan kerja tidak dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan teknis di lapangan, melainkan merupakan kegagalan sistem yang harus dibenahi dari hulu hingga hilir.

"Kecelakaan kerja bukan semata persoalan teknis, tetapi kegagalan sistem. Masih ada proses kerja yang tidak aman, peralatan yang tidak layak, pengawasan yang belum optimal, serta budaya K3 yang belum sepenuhnya mengakar," ungkapnya.

Dalam menjawab tantangan tersebut, pemerintah terus melakukan berbagai langkah penguatan sistem K3 nasional. Sepanjang tahun 2025, Kementerian Ketenagakerjaan telah melakukan sejumlah terobosan dan penyempurnaan kebijakan di bidang K3.

"Pemerintah melakukan penyempurnaan regulasi, pelatihan dan sertifikasi K3, pembudayaan K3 kepada serikat pekerja dan manajemen perusahaan, serta transformasi layanan K3 berbasis digital agar lebih sederhana, transparan, dan berbasis data," terangnya.

Pemerintah juga memperkuat integritas layanan K3 serta mendorong kolaborasi lintas sektor agar implementasi K3 benar-benar berjalan efektif di lapangan. Melalui sinergi tersebut, diharapkan K3 dapat benar-benar diterapkan dan dirasakan manfaatnya di tempat kerja.

"Kami juga memperkuat integritas layanan K3 serta mendorong kolaborasi dengan dunia usaha, pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, asosiasi profesi, dan perguruan tinggi, agar K3 benar-benar hadir di tempat kerja, bukan hanya tertulis dalam aturan," pungkasnya. (grc)
Sumber: GoRiau.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 11 Mar 2026 10:32

    Lentera Ramadan di Blok Rokan, Saat Tawa Ribuan Anak Yatim Menjadi Energi bagi Pejuang Migas

    DURI - Suara tawa renyah anak-anak pecah di selasar Masjid Agung Ushuluddin, Duri. Pagi itu, wajah-wajah polos mereka tampak berseri, saling bercanda sembari menunggu dimulainya acara santunan dan pem

  • Rabu, 11 Mar 2026 10:12

    Jumlah Penumpang Tujuan Pulau Jawa Mulai Meningkat di Terminal BRPS Pekanbaru

    PEKANBARU - Aktivitas penumpang di Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) di Pekanbaru mulai menunjukkan peningkatan menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Meski demikian, lonjakan jumlah penum

  • Rabu, 11 Mar 2026 09:49

    Suhu Riau Capai 34 Derajat, Hujan Ringan Berpotensi di Rohil dan Bengkalis

    PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprakirakan kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Provinsi Riau pada Rabu (11/3/2026) didominasi udara kabur hingga cerah

  • Rabu, 11 Mar 2026 09:25

    Tas Baru, Energi Baru: Senyum Siswa Minas Sambut HUT ke-1 Danantara

    Pekanbaru - “Dulu aku nggak punya tempat pensil, jadi pensil sama penghapusnya cuma dimasukin ke tas aja. Sekarang aku sudah punya tempat pensil sendiri.” Kalimat polos dari Alfi (10), murid

  • Rabu, 11 Mar 2026 09:21

    Diduga Mengantuk, Fortuner Tabrak L300 di Jalan Lintas Pekanbaru–Bangkinang

    KAMPAR - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lintas Pekanbaruâ€"Bangkinang, tepatnya di sekitar kawasan Pesantren Gontor, Selasa (10/3/2026). Peristiwa tersebut melibatkan mobil Toyota Fortuner da

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.