Senin, 06 Jul 2026
Perlu Terobosan, PJJ Tak Bisa Ajarkan Adab dan Sopan Santun
Laporan: Joko Prasetyo
admin
Kamis, 20 Agu 2020 08:58
Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid meminta pemerintah mengambil terobosan untuk mengantisipasi persoalan pendidikan yang timbul akibat pandemi Covid 19.
Informasi yang dihimpunnya, dari 86 juta peserta didik hanya 30 persen saja yang bisa mengikuti pelajaran jarak jauh (PJJ).
"Jangan sampai, karena alasan pandemi, peserta didik tidak mendapat materi pelajaran seperti yang seharusnya diperoleh. Ini mengkhawatirkan, harus diambil terobosan, " Jazilul saat menjadi Narasumber pada acara Launching dan bedah buku "SDM Unggul Indonesia Maju". Acara tersebut berlangsung di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V, Kompleks MPR/DPR RI, Senayan Jakarta, Rabu ( 19/8 ).
Menurut Jazil, Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud harus memastikan seluruh proses belajar mengajar dimasa pandemi bisa berjalan dengan baik, tidak terkendala apapun. Sebab sistem belajar jarak jauh yang digalakkan sejak Pandemi belum berjalan lancar.
Jazil menyebut ada berbagai kendala yang turut menghambat proses belajar mengajar tersebut. Antara lain, soal ketersediaan signal, peralatan hingga kesiapan kurikulum yang bisa disampaikan secara daring. Selain itu 30 persen dari 86 juta peserta didik yang ikut PJJ juga belum aman.
"Tidak ada jaminan mereka mengikuti pelajaran dengan baik. Ada kelelahan, kebosanan atau malah tidur. Belum lagi, sistem belajar jarak jauh tidak bisa mengajarkan adab, sopan santun dan tata Krama. Sehingga mereka belajar tentang nilai-nilai itu dari media yang mereka miliki," kata Gus Jazil sapaan karibnya.
Karena itu, Gus Jazil meminta Kemendikbud bener- benar bekerja keras untuk menjamin proses belajar berjalan dengan baik. "Jangan sampai ada generasi yang tidak belajar, " ujarnya.
Buku SDM Unggul Indonesia Maju, merupakan kompilasi 56 penulis, yang seluruhnya adalah Doktor Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Buku itu sengaja dibuat sebagai dalam rangka peringatan 75 Tahun HUT Kemerdekaan Indonesia.(Joko)
komentar Pembaca