Polisi Akan Tindak Pelaku yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di Kota Malang
admin
Selasa, 18 Agu 2020 15:23
KOTA MALANG â€" Polisi akan menindak pelaku yang mengambil paksa jenazah probable virus corona (Covid-19) yang viral. Belakangan diketahui jenazah tersebut positif Covid-19 setelah hasil tes swab keluar.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Leonardus Simarmata mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah tegas penegakan hukum, setelah melakukan upaya persuasif. Kemungkinan pihak-pihak yang mengambil paksa jenazah akan dijerat UU Karantina Kesehatan atau dengan UU Kesehatan.
"Kami akan melakukan penegakan hukum tegas, namun tetap humanis. Kami akan proses yang bersangkutan yang mencoba mengambil secara paksa atau menciumi jenazah," ujar Leonardus Simarmata saat ditemui pada Selasa (18/8/2020).
Terkait sudah adakah pihak yang diperiksa, mantan Wakapolrestabes Surabaya meminta menunggu dalam waktu dekat akan menindaklanjutinya.
"Tunggu saja, dalam waktu beberapa saat ini akan ada tindak lanjut yang akan kami lakukan dari Polres," ucap Leo-panggilan akrabnya.

Menurutnya, upaya penegakan hukum ini dirasa perlu lantaran telah diberikan langkah-langkah toleransi. Namun, sejak peristiwa upaya pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 kemarin di RST Soepraoen, pihaknya mulai mengambil langkah-langkah tegas.
"Yang pasti kita tidak akan menoleransi lagi cara-cara atau pemaksaan pengambilan jenazah. Selama ini meskipun kami tegaskan di Kota Malang, tidak ada pengambilan jenazah," ujarnya.
"Kalau kemarin ada yang mencoba sudah dilakukan juga pemahaman dan pengertian, tapi kami pada kesempatan ini mengingatkan jangan ada yang melakukan lagi, kita akan proses hukum," tuturnya.
Sebagai informasi sebuah video pengambilan paksa jenazah probable Covid-19 viral di media sosial. Saat ditelusuri lokasi pengambilan paksa jenazah ini berada di RS Soepraoen yang terjadi pada Sabtu 8 Agustus 2020. Pasien probable tersebut merupakan warga Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Dalam video tersebut, sejumlah keluarga jenazah berusaha mengambil kantong jenazah dari petugas medis yang akan membawanya ke RSUD Saiful Anwar. Bahkan di video beberapa keluarga korban juga sampai menciumi jasad probable corona ini.