Senin, 27 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Prada Lucky Tewas Dibully, Mengapa Kekerasan Senior ke Junior Kerap Terjadi?

Peristiwa,

Prada Lucky Tewas Dibully, Mengapa Kekerasan Senior ke Junior Kerap Terjadi?

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 12 Agu 2025 09:11
Detiknews.com
Prajurit TNI Prada Lucky Chepril Saputra Namo diduga meninggal dunia setelah menjadi korban bullying atau perundungan dan penganiayaan senior sesama prajurit TNI. Perundungan itu membuat Prada Lucky mengalami kerusakan organ sebelum meninggal.
"Ginjalnya bocor dan paru-parunya bilang ada cairan yang harus mendapat penanganan medis secara intensif," ujar kakak perempuan Lucky, Lusy Namo, di rumahnya di Asrama TNI Kuanino, Kota Kupang, NTT, Senin (11/8/2025).

Menyoal perundungan antara senior ke junior, psikolog klinis Maharani Octy Ningsih menjelaskan kejadian ini biasanya memiliki pola tertentu yang berakar pada dinamika kekuasaan dan budaya hierarki. Senior sering merasa punya 'hak istimewa' karena mereka lebih lama berada dalam sistem.

Tak ayal, senior merasa punya kuasa lebih atas junior sehingga muncul perilaku tersebut. Di sisi lain, perasaan ingin diakui atau merasa berkuasa juga berperan. Menganggap bullying atau perundungan adalah cara cepat membuat junior takut atau tunduk.

"Selain itu adanya juga rasa takut kehilangan status mereka di hadapan junior, sehingga mereka merasa harus menekan terlebih dahulu," ujar dia kepada detikcom, Selasa (12/8/2025).

Kurangnya pendidikan tentang empati dan kepemimpinan yang sehat juga menjadi faktor seseorang bisa melakukkan hal tersebut. Kerap kali, perundung tidak memiliki keterampilan sosial atau emosional untuk membimbing junior secara positif.

"Tanpa pemahaman yang benar, mereka malah meniru pola kekerasan atau perundungan yang pernah mereka alami sebelumnya," tambah dia.

Junior juga sering merasa tidak berdaya karena posisi mereka lebih rendah, takut dibalas, atau takut tidak didengar. Hal ini pada akhirnya memperkuat posisi pelaku bullying dan menciptakan lingkungan yang tidak aman secara psikologis.***(detiknews.com)
Sumber: Detiknews.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Apr 2026 21:37

    Viral! Pria Ini Naik Gunung Andong Bawa Sound System, Netizen: Emang Boleh?

    JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pendaki membawa sound system berukuran besar saat mendaki gunung. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:34

    Mitos atau Fakta: Pakai Tas Selempang Berat Bikin Tulang Belakang Melengkung ke Samping?

    BANYAK orang mengira memakai tas selempang berat hanyalah kebiasaan sepele. Padahal dalam jangka panjang, tas selempang berat bisa berdampak pada postur tubuh.Salah satu isu yang s

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:32

    Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya

    JAKARTA â€" Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:30

    AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas

    JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:27

    Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.