Sabtu, 27 Jun 2026

Presiden Jokowi Resmikan Jembatan Teluk Kendari

Admin
Kamis, 22 Okt 2020 14:27
merdeka.com

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Jembatan Teluk Kendari. Mantan Gubernur DKI Jakarta menjelaskan jembatan tersebut memiliki 1,34 kilometer dengan lebar 20 meter.

"Alhamdullilah Jembatan Teluk Kendari yang memiliki panjang 1,34 km, hari ini telah rampung dan selesai. Dengan Mengucap Bismillahirahmanirahim Jebatan Kendari saya resmikan hari ini," kata Jokowi saat meresmikan Jembatan Teluk Kendari, Kendari, Kamis (22/10).

Jokowi menjelaskan jembatan tersebut dibangun selama lima tahun yaitu 2015-2020 dan memakan biaya besar Rp804 miliar. Walaupun terbilang lama dan mahal, Mantan Wali Kota Solo tersebut yakin manfaatnya akan sebanding dengan apa yang didapat oleh masyarakat.

"Bagi masyarakat Kota Lama yang berpergian ke Kecamatan Poasia, yang biasa menyebrangi Teluk Kendari dan memutari teluk sejauh 20 km waktu tempuh 30-40 menit sekarang hanya perlu waktu lima menit," kata Jokowi.

Menurutnya, kelancaran tersebut membuat mobilitas barang, jasa serta masyarakat semakin efisien. Hal tersebut juga tercipta daya saing yang meningkat.

"Sehingga Sulawesi Tenggara khususnya kota Kendari menjadi semakin menarik usaha-usaha baru," ungkap Jokowi.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelesaikan pembangunan Jembatan Teluk Kendari sepanjang 1,34 km yang menghubungkan kawasan Pelabuhan Kota Lama dengan Kecamatan Poasia di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Hingga 10 Maret 2020, progres konstruksi seluruhnya mencapai 85,1 persen.

Pembangunan jembatan ini bertujuan untuk mendukung konektivitas bagi pengembangan wilayah selatan Kota Kendari, yakni daerah Poasia dan Pulau Bungkutoko yang akan dikembangkan menjadi kawasan industri, serta Pelabuhan Kendari New Port dan kawasan permukiman baru.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, konektivitas antar wilayah diperlukan agar mobilitas barang, jasa, dan manusia lebih efisien. Dengan konektivitas yang semakin lancar diharapkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sehingga dapat membantu proses percepatan pembangunan di wilayah tersebut.

"Pembangunan infrastruktur jembatan, flyover dan underpas akan memperlancar konektivitas dan aksesibilitas lalu lintas, di samping memberikan alternatif bagi warga untuk meningkatkan produktivitas perekonomian," kata Menteri Basuki.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.