Peristiwa
Ribuan Ikan Mati di Sungai Ngaso, Masyarakat Minta BLH Rohul Ungkap
Laporan: Fahrin Waruwu
Selasa, 31 Mei 2016 16:30
ROKANHULU -Tampaknya, para pelaku pembuang limbah sawit belum puas dengan kerusakan ekosistem Sungai Ngaso. Pasalnya, Senin (30/5) sekira pukul 18.00 WIB lagi-lagi ribuan ikan mati di sungai yang terletak di perbatasan Desa Ujungbatu Timur dan Kelurahan Ujungbatu tersebut, masyarakat minta BLH Rohul ungkap pelakunya.
Dari informasi yang diperoleh sejumlah awak media di lokasi sungai, awalnya ikan datang dari hulu sungai sudah dalam kondisi mabuk dan sebagian sudah ada yang mati. Melihat ikan banyak yang timbul kepermukaan, masyarakat sekitar beramai-ramai untuk mengambil ikan.
Salah seorang masyarakat sekitar Sungai Ngaso, Cecep menyampaikan, kejadian pembuangan limbah ini sudah berulang kali terjadi, akan tetapi siapa pelaku pembuangan limbah ini tidak pernah ditindak.
"Dari sekian kali kejadian yang sama, pelakunya tidak pernah diberi ganjaran. BLH Rohul selaku pihak yang berwenang tidak pernah menindaklanjuti persoalan pembuangan limbah ini. Akibatnya, pihak yang membuang limbah semakin leluasa untuk membuang limbahnya di sungai," kata Cecep.
Ketika disinggung siapa yang membuang limbah ke Sungai
Ngaso tersebut, Cecep menduga PT RSI yang berada di hulu sungai yang
membuang LIMBA di sungai tersebut. Pasalnya, sat-satunya perusahaan yang
sampai saat
ini beroperasi di hulu sungai yakni PT RSI.
"Memang ada PT LBPI di Lubuk Bendahara, namun saat ini perusahaan ITU sudah tidak beroperasi, jadi perusahaan mana lagi yang buang limbah di Sungai Ngaso ini," jawab Cecep seraya bingung mengapa persoalan ini tidak dapat selesai.
Cecep meminta kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu agar segera
mungkin menindak perusahaan nakal yang membuang limbahnya di Sungai
Ngaso ini. Karena menurutnya, bukan hanya ekosistem binatang sungai
yang rusak, lebih pada itu masyarakat yang selama ini menggunakan air
sungai untuk keperluan sehari-hari, sekarang tidak bisa lagi karena air
telah terkontaminasi limbah.
"BLH Rohul jangan hanya berdiam diri, karena sekian kali
kejadian BLH hanya melihat ke lokasi, akan tetapi tindak lanjutnya tidak
ada,"
paparnya.
Sementara, Ari yang saat itu mengambil ikan di sungai
kepada awak media mengatakan, bukan hanya ikan besar yang mati, ikan
yang masih kecil pun turut mati akibat terkontaminasi limbah. "Ikannya
banyak bg, tetapi yang kecil-kecil yang tinggal, karena masyarakat tadi
lumayan
ramai yang turun ke sungai menangkap ikan," kata Ari.
Pada kesempatan berbeda, awak media mengkonfirmasi hal ini kepada Manager PT RSI, Torang M Nababan melalui telepon seluler. Ia,
membantah perusahaan yang dipimpinnya itu membuang limbah sawit ke
Sungai Ngaso. Karena sambungnya, saat ini limbah sawit PT RSI telah
dibuat Land Aplikasi (LA) menuju kebun sawit milik masyarakat.
"Jadi siapa yang buang limbah kami tidak tahu, karena limbah kami sudah di Land Aplikasikan ke kebun sawit masyarakat," kata Torang diujung teleponnya.(Fah)
Peristiwa
One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung
JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci
Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat
PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad
KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun
JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum
Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026
JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,
Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau
PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani