Jumat, 07 Agu 2026

Peristiwa

Rutan Solo Ricuh Dipicu Saling Ejek Antar Napi

Kamis, 10 Jan 2019 15:59
Merdeka.com
Rutan Solo Ricuh.
SOLO - Kericuhan terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Solo, Kamis (10/1) siang. Sejumlah narapidana (napi) terlibat aksi saling lempar di dalam rutan. Kericuhan lebih besar hampir terjadi di luar tahanan, setelah muncul aksi solidaritas dari salah satu pelaku kericuhan.

Ratusan orang dari sebuah ormas bahkan sempat memenuhi pintu utama rutan yang terletak di ujung timur Jalan Slamet Riyadi, Gladag. Mereka datang setelah mendapat kabar dari pembesuk yang menceritakan bahwa napi teman mereka mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari napi lainnya.

Aksi saling lempar tersebut menimbulkan kepanikan sejumlah pembesuk dan petugas di rutan. Beruntung ratusan personel gabungan dari TNI dan Polri yang diterjunkan bisa mengamankan keadaan. Sehingga kericuhan yang lebih besar bisa dihindarkan.

Informasi diperoleh menyebutkan, keributan berawal ketika salah satu napi yang mengadukan perlakuan tidak menyenangkan yang dia terima dari napi lainnya. Tak terima temannya mendapatkan perlakuan tersebut, sejumlah pembesuk kemudian terlibat saling lempar dengan pelaku.

Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono, yang ikut hadir di luar rutan mengungkapkan, peristiwa ini terjadi akibat adanya aksi solidaritas antara pembesuk dan tahanan.

"Jadi saat dibesuk, tahanan tersebut menyampaikan jika dia sempat dipukuli oleh salah seorang tahanan. Kemudian terjadi saling lempar di dalam tahanan," ujar Endro.

Menurut dia, saat peristiwa berlangsung, ada sekitar 30 pembesuk di dalam rutan. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, mereka langsung dievakuasi keluar. Endro menyayangkan yang ada di rutan.

"Seharusnya pengamanannya tidak seperti ini, karena peristiwa seperti ini tidak sekali ini saja, sudah beberapa kali. Kami jelas sangat menyayangkan kejadian ini," tandasnya.

Di tempat yang sama, Wakapolresta Solo, AKBP Andi Rifai menyampaikan, keributan yang terjadi tersebut diakibatkan adanya salah paham. Andi membenarkan, jika sebelumnya sempat terjadi benturan fisik antara tahanan.

"Semua sudah bisa diredam dan situasi sudah kembali kondusif, kami meminta masyarakat untuk tetap tenang," ungkapnya.


(merdeka.com)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Jumat, 07 Agu 2026 16:48

    Usai Keracunan Massal Papua, BGN Bekukan Sementara SPPG dan Lakukan Investigasi

    Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait penyaluran makanan di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, usai dugaan keracunan

  • Jumat, 07 Agu 2026 16:42

    Keracunan MBG Papua, BGN Ungkap Arah Dugaan Penyebab

    Ratusan pelajar di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, dilaporkan mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden Keracunan MBG Papua ini tengah ditangani otorit

  • Jumat, 07 Agu 2026 16:34

    Dua WN India Bawa 'Oleh-Oleh' dari Thailand, Isinya Paket Ganja Rp1,5 Miliar

    Petugas Bea Cukai Ngurah Rai dan Satresnarkoba Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai mengungkap kasus penyelundupan narkotika dan menangkap dua warga negara asing (WNA) asal India. Kedua warga asi

  • Jumat, 07 Agu 2026 16:22

    Napi Kabur Saat Izin Makan Siang, Kalapas dan KPLP Pekanbaru Dicopot

    PEKANBARU â€" Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, resmi dicopot dari jabatannya menyusul kasus kaburnya seorang tahanan perkara narkotika berinisial ISD yang sebelum

  • Jumat, 07 Agu 2026 16:18

    Komisi III DPRD Riau Bongkar Dugaan Kebocoran PAD, Perusahaan Miliki Ratusan Kendaraan tapi yang Bayar Pajak Hanya Segelintir

    PEKANBARU â€" Potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau kembali menjadi sorotan. Komisi III DPRD Riau menemukan indikasi mencengangkan, ada perusahaan yang saat mengurus perizinan m

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki