Peristiwa
Rutan Solo Ricuh Dipicu Saling Ejek Antar Napi
Kamis, 10 Jan 2019 15:59
Ratusan orang dari sebuah ormas bahkan sempat memenuhi pintu utama rutan yang terletak di ujung timur Jalan Slamet Riyadi, Gladag. Mereka datang setelah mendapat kabar dari pembesuk yang menceritakan bahwa napi teman mereka mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari napi lainnya.
Aksi saling lempar tersebut menimbulkan kepanikan sejumlah pembesuk dan petugas di rutan. Beruntung ratusan personel gabungan dari TNI dan Polri yang diterjunkan bisa mengamankan keadaan. Sehingga kericuhan yang lebih besar bisa dihindarkan.
Informasi diperoleh menyebutkan, keributan berawal ketika salah satu napi yang mengadukan perlakuan tidak menyenangkan yang dia terima dari napi lainnya. Tak terima temannya mendapatkan perlakuan tersebut, sejumlah pembesuk kemudian terlibat saling lempar dengan pelaku.
Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono, yang ikut hadir di luar rutan mengungkapkan, peristiwa ini terjadi akibat adanya aksi solidaritas antara pembesuk dan tahanan.
"Jadi saat dibesuk, tahanan tersebut menyampaikan jika dia sempat dipukuli oleh salah seorang tahanan. Kemudian terjadi saling lempar di dalam tahanan," ujar Endro.
Menurut dia, saat peristiwa berlangsung, ada sekitar 30 pembesuk di dalam rutan. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, mereka langsung dievakuasi keluar. Endro menyayangkan yang ada di rutan.
"Seharusnya pengamanannya tidak seperti ini, karena peristiwa seperti ini tidak sekali ini saja, sudah beberapa kali. Kami jelas sangat menyayangkan kejadian ini," tandasnya.
Di tempat yang sama, Wakapolresta Solo, AKBP Andi Rifai menyampaikan, keributan yang terjadi tersebut diakibatkan adanya salah paham. Andi membenarkan, jika sebelumnya sempat terjadi benturan fisik antara tahanan.
"Semua sudah bisa diredam dan situasi sudah kembali kondusif, kami meminta masyarakat untuk tetap tenang," ungkapnya.
(merdeka.com)
Usai Keracunan Massal Papua, BGN Bekukan Sementara SPPG dan Lakukan Investigasi
Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait penyaluran makanan di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, usai dugaan keracunan
Keracunan MBG Papua, BGN Ungkap Arah Dugaan Penyebab
Ratusan pelajar di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, dilaporkan mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden Keracunan MBG Papua ini tengah ditangani otorit
Dua WN India Bawa 'Oleh-Oleh' dari Thailand, Isinya Paket Ganja Rp1,5 Miliar
Petugas Bea Cukai Ngurah Rai dan Satresnarkoba Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai mengungkap kasus penyelundupan narkotika dan menangkap dua warga negara asing (WNA) asal India. Kedua warga asi
Napi Kabur Saat Izin Makan Siang, Kalapas dan KPLP Pekanbaru Dicopot
PEKANBARU â€" Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, resmi dicopot dari jabatannya menyusul kasus kaburnya seorang tahanan perkara narkotika berinisial ISD yang sebelum
Komisi III DPRD Riau Bongkar Dugaan Kebocoran PAD, Perusahaan Miliki Ratusan Kendaraan tapi yang Bayar Pajak Hanya Segelintir
PEKANBARU â€" Potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau kembali menjadi sorotan. Komisi III DPRD Riau menemukan indikasi mencengangkan, ada perusahaan yang saat mengurus perizinan m