Sabtu, 08 Agu 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Sakit Tak Kunjung Sembuh, Warga Gunungkidul Gantung Diri

Peristiwa

Sakit Tak Kunjung Sembuh, Warga Gunungkidul Gantung Diri

Rabu, 26 Des 2018 16:43
Detik.com
Gunungkidul - Seorang wanita tua ditemukan gantung diri di pohon jati yang berada di belakang rumahnya. Diduga wanita itu gantung diri karena sakit tua yang dideritanya tak kunjung sembuh.

Kapolsek Tanjungsari, AKP Sapto Sudaryanto membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, Ngatiyem (90), warga Dusun Kudu, Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul ditemukan gantung diri siang tadi, Senin (26/12/2018).

Dijelaskan Sapto, kejadian berawal saat anaknya yakni Tupan (45) pergi ke Kota Yogyakarta kemarin, Selasa (25/12/2018) untuk menghadiri sebuah acara. Karena itu, korban hanya sendirian di rumah.

"Saat saksi ini pulang ke rumah tadi malam (Selasa 25/12/2018). Dari pengakuan saksi, pas sampai (Rumah) korban sudah tidak di dalam rumah," katanya kepada wartawan saat ditemui di Polsek Tanjungsari, Rabu (26/12/2018).

Namun hal itu tidak membuat saksi panik, mengingat korban kerap pergi dari rumah untuk menginap di rumah saudaranya di Wonosari, Gunungkidul. Akan tetapi, setelah ditunggu hingga siang hari, Rabu (26/12/2018) korban tak kunjung pulang ke rumah.

Bahkan saksi sempat menanyakan ke saudaranya dan ternyata korban tidak menginap di rumah saudaranya. Karena itu saksi mulai mencari korban di sekitar rumah.

"Pas mencari di kebun belakang rumah itu saksi menemukan korban sudah gantung diri di pohon jati dengan tali seperti sabuk kain warna putih," ujarnya.

Mengetahui hal itu, saksi lapor ke Polsek Tanjungsari. Mendapat laporan, polisi bersama tim medis langsung menuju TKP, dari pemeriksaan medis korban dinyatakan murni gantung diri. Namun, diakuinya posisi korban saat gantung diri tidak lazim, mengingat kaki korban menyentuh tanah.

"Mungkin karena ikatan tali (Untuk gantung diri) sudah agak lepas jadi kakinya napak (Menyentuh) tanah, apalagi tinggi pohonnya hanya 2,5 meter. Tidak ada bekas penganiayaan, hanya hidung korban keluar darah," ujarnya.

"Kami juga sudah tanya ke keluarga korban dan ternyata korban itu sakit tua. Jadi dugaan dia (Korban gantung diri) karena sakitnya tidak sembuh-sembuh," katanya.

Sementara itu secara terpisah Kasub Bag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Anang Prastawa menambahkan hingga saat ini ada 27 (kasus gantung diri). "Jumlah itu sudah sama yang hari ini (Rabu 26/12/2018)," katanya.

Meski terbilang tinggi, menurut Anang jumlah kasus gantung diri tahun 2018 mengalami penurunan dibanding tahun 2017.

"Untuk tahun lalu (2017) jumlah kasus gantung diri ada 33 kasus," ujarnya.

Disinggung mengenai Kecamatan mana saja yang kerap terjadi kasus gantung diri, Anang menyebutkan Kecamatan Tepus sebagai Kecamatan yang paling banyak terjadi kasus gantung diri di Kabupaten Gunungkidul.

"(Kecamatan) Tepus kalau yang paling banyak (Kasus gantung diri), lainnya paling satu atau dua saja. Untuk penyebabnya rata-rata ya karena mengidap penyakit dan tidak sembuh-sembuh itu," pungkasnya


(detik.com)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Jumat, 07 Agu 2026 16:48

    Usai Keracunan Massal Papua, BGN Bekukan Sementara SPPG dan Lakukan Investigasi

    Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait penyaluran makanan di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, usai dugaan keracunan

  • Jumat, 07 Agu 2026 16:42

    Keracunan MBG Papua, BGN Ungkap Arah Dugaan Penyebab

    Ratusan pelajar di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, dilaporkan mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden Keracunan MBG Papua ini tengah ditangani otorit

  • Jumat, 07 Agu 2026 16:34

    Dua WN India Bawa 'Oleh-Oleh' dari Thailand, Isinya Paket Ganja Rp1,5 Miliar

    Petugas Bea Cukai Ngurah Rai dan Satresnarkoba Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai mengungkap kasus penyelundupan narkotika dan menangkap dua warga negara asing (WNA) asal India. Kedua warga asi

  • Jumat, 07 Agu 2026 16:22

    Napi Kabur Saat Izin Makan Siang, Kalapas dan KPLP Pekanbaru Dicopot

    PEKANBARU â€" Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, resmi dicopot dari jabatannya menyusul kasus kaburnya seorang tahanan perkara narkotika berinisial ISD yang sebelum

  • Jumat, 07 Agu 2026 16:18

    Komisi III DPRD Riau Bongkar Dugaan Kebocoran PAD, Perusahaan Miliki Ratusan Kendaraan tapi yang Bayar Pajak Hanya Segelintir

    PEKANBARU â€" Potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau kembali menjadi sorotan. Komisi III DPRD Riau menemukan indikasi mencengangkan, ada perusahaan yang saat mengurus perizinan m

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki