Minggu, 21 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Skandal Ekspor CPO-POME: Kejagung Geledah Kantor Perusahaan di Pekanbaru dan Medan

Berita

Skandal Ekspor CPO-POME: Kejagung Geledah Kantor Perusahaan di Pekanbaru dan Medan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 13 Feb 2026 08:47
(FotoGoriau.com)
JAKARTA â€" Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) bergerak cepat menyisir sejumlah lokasi strategis di Pekanbaru dan Medan. Langkah ini diambil menyusul penetapan 11 tersangka dalam skandal dugaan korupsi ekspor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang dimanipulasi menjadi limbah cair sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME).

Operasi penggeledahan ini menyasar kantor-kantor perusahaan yang diduga terlibat dalam sindikat tersebut. Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, membenarkan adanya pergerakan tim penyidik di wilayah Sumatera untuk mengamankan barang bukti.

"Pasca ditetapkannya 11 tersangka, tim penyidik Kejaksaan Agung telah melakukan penggeledahan dan saat ini masih berlangsung di wilayah Sumatera. Antara Pekanbaru dan Medan, di beberapa lokasi. Ya tentunya PT-PT yang terlibat," ungkap Anang, Kamis (12/2/2026).

Meski belum merinci dokumen atau aset apa saja yang telah disita, Anang menegaskan proses hukum terus berjalan. Kasus ini menjadi sorotan karena modus operandi yang digunakan tergolong rapi, yakni merekayasa klasifikasi komoditas ekspor. CPO yang bernilai tinggi sengaja diklaim sebagai POME atau Palm Acid Oil (PAO) untuk menghindari pungutan negara.

Praktik lancung ini diduga kuat melibatkan kolusi antara pejabat negara dan pihak swasta. Oknum penyelenggara negara disinyalir menerima imbalan atau kick back untuk memuluskan rekayasa dokumen tersebut. Akibatnya, negara diperkirakan merugi antara Rp10,6 triliun hingga Rp14,3 triliun.

Kejagung telah menetapkan sejumlah nama penting sebagai tersangka. Dari unsur pemerintah, terdapat LHB (Kemenperin), FJR (Direktur Teknis Kepabeanan DJBC), dan MZ (Kepala Seksi di KPBC Pekanbaru). Sementara dari pihak swasta, sejumlah direktur perusahaan eksportir turut terseret, di antaranya ES, ERW, FLX, RND, TNY, VNR, RBN, dan YSR.

"Masih berlangsung, kita tunggu saja hasilnya," tambah Anang menutup keterangannya.(Grc)
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.