Jumat, 07 Agu 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Tabur 11 Ton Garam, Satgas Karhutla Riau Sukses Tekan Titik Api di Awal Agustus

Peristiwa,

Tabur 11 Ton Garam, Satgas Karhutla Riau Sukses Tekan Titik Api di Awal Agustus

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 07 Agu 2026 09:38
PEKANBARU - Kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau hingga awal Agustus 2026 terpantau relatif terkendali. Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya agresif tim gabungan yang menyinergikan operasi darat, patroli udara, hingga modifikasi cuaca guna mencegah meluasnya area yang terbakar.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau sekaligus Komandan Satgas Karhutla, SF Hariyanto menyebutkan, langkah strategis berupa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi salah satu pilar penanganan. Tindakan preventif ini dikerahkan untuk menjaga kelembapan kawasan lahan gambut sehingga potensi munculnya titik api baru bisa ditekan seminimal mungkin.


Belasan Ton Garam Disemai di Langit Riau

Hariyanto mengungkapkan, operasi pembuatan hujan buatan ini telah berjalan optimal selama periode 30 Juli hingga 5 Agustus 2026. Pelaksanaannya didukung oleh armada pesawat Cessna Caravan 208 dengan nomor registrasi PK-SNM.


"Selama periode tersebut, tercatat sebanyak 11 sorti penerbangan dengan total waktu terbang mencapai 24 jam 34 menit. Tim menaburkan 11.000 kilogram natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai untuk memicu pembentukan hujan di wilayah sasaran," jelasnya, Kamis (6/8/2026).

Lebih lanjut, ia merinci pelaksanaan penyemaian pada Rabu (5/8/2026) yang dibagi menjadi dua penerbangan. Sorti pertama mengudara pukul 13.03 hingga 15.19 WIB dengan melepas 1.000 kilogram garam di langit Kabupaten Pelalawan dan Siak. Selanjutnya, sorti kedua dilanjutkan pukul 15.46 hingga 18.11 WIB dengan target awan potensial di wilayah Siak, Indragiri Hilir, Pelalawan, serta Kepulauan Meranti.


"Operasi ini berhasil memicu hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Curah hujan tercatat turun di Kabupaten Siak, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, serta sebagian Rokan Hilir," papar Hariyanto.

Fokus Pendinginan Lahan Terbakar

Selain mengandalkan hujan buatan, kesiapan armada udara tetap dipertahankan. Saat ini, Satgas Karhutla Riau menyiagakan satu pesawat Caravan untuk patroli dan modifikasi cuaca, satu helikopter patroli, serta lima helikopter water bombing yang siap menjatuhkan bom air langsung ke lokasi kebakaran.

Kekuatan di udara ini berkolaborasi erat dengan tim darat yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan perusahaan. Tim gabungan tersebut terus bersiaga dan melakukan penyekatan serta pendinginan lahan di sejumlah titik sisa kebakaran.


"Di Desa Mak Teduh, Kabupaten Pelalawan, api telah padam namun proses pendinginan terus dilakukan karena masih ada asap tipis," terangnya.

Penanganan serupa juga masih diintensifkan di Suaka Margasatwa Kerumutan Kecamatan Rengat dan Sei Guntung di Kabupaten Indragiri Hulu, yang sebagian masih mengeluarkan asap. Kondisi yang sama juga terpantau di Kelurahan Kerumutan Kabupaten Pelalawan serta Teluk Kiambang Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir.


Seluruh titik rawan tersebut kini ditangani secara terpadu oleh petugas darat bersama dukungan helikopter. Sinergi seluruh unsur Forkopimda dan masyarakat ini dinilai efektif dalam meminimalkan dampak kerusakan lingkungan serta menjaga kualitas udara Riau tetap aman.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/tabur-11-ton-garam-satgas-karhutla-riau-sukses-tekan-titik-api-di-awal-agustus.html

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki