Jumat, 07 Agu 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Tragedi Malam Hari di Kamar Mandi yang Berujung Tewasnya Bayi

Peristiwa

Tragedi Malam Hari di Kamar Mandi yang Berujung Tewasnya Bayi

Sabtu, 12 Jan 2019 10:02
Detik.com
TULUNGAGUNG - Puskesmas Kauman di Jalan Soekarno Hatta, Tulungagung, pada Kamis (10/1) malam heboh. Salah satu pasien melahirkan di kamar mandi puskesmas.

Yang membikin geger adalah bayi yang dilahirkan coba 'dihilangkan' dengan cara membuangnya ke kloset. Namun perbuatan kejam itu gagal. Tubuh bayi tersangkut di kloset.

Untuk mengeluarkan bayi, kloset harus dibongkar. Meski sudah diupayakan, namun nyawa bayi tak tertolong. Kekagetan belum berakhir sampai di situ karena yang melahirkan alias sang ibu kandung masih tercatat sebagai seorang pelajar yang masih berusia 16 tahun.

"Peristiwa berawal saat E, ibunya yang masih berusia 16 tahun, diantar orang tuanya ke puskesmas karena mengeluh sakit perut hingga nyeri pinggang. Saat itu petugas Puskesmas meminta ibu bayi untuk istirahat untuk menunggu observasi," kata Kasubbag Humas Polres Tulungagung, AKP Sumaji, Jumat (11/1/2019).

Namun saat proses menunggu, tanpa sepengetahuan petugas piket, E menuju ke kamar mandi puskesmas dengan alasan ingin buang air besar. Saat berada di kamar mandi itulah E melahirkan. Petugas puskesmas baru mengetahui setelah ibu E melaporkan kejadian itu dan meminta tolong ke tenaga medis.

Ibu E merasa curiga karena anaknya terlalu lama berada di dalam kamar mandi. Ibu E kemudian mengtuk pintu kamar mandi dan dibukakan oleh anaknya.

"Saat ibu dari E memberitahu petugas Puskesmas Kauman, anaknya sudah melahirkan di kamar mandi, sedangkan posisi bayi separuh badannya masuk ke kloset," ujarnya.

E sendiri membantah hamil. Untuk menutupi kondisi yang sebenarnya, E mengenakan pakaian besar dan jaket. Postur tubuh E juga agak gemuk.

"Sekilas memang tidak kelihatan kalau sedang hamil, karena posturnya agak gemuk, sedangkan dia juga pakai baju besar dan jaket. Tapi setelah dibuka oleh petugas kelihatan kalau perutnya besar, namun dia tetap membantah kalau hamil," kata Kepala Puskesmas Kauman, Tulungagung, Aris Setiawan.

Saat itu pasien sempat mengaku tidak menstruasi, namun tetap membantah jika hamil. Dia beralibi tidak datang bulan lantaran mengonsumsi obat untuk sakit kalenjar getah bening yang diderita.

"Karena pasien tidak mengaku kalau hamil, kami tidak mungkin memeriksa lebih dalam menyangkut kandungan, kemudian pasien kami lakukan observasi," ujar Aris.

Aris sendiri menemukan fakta dari kasus tersebut. Fakta yang dinilai tidak wajar dalam proses persalinan normal pada umumnya.

Aris Setiawan mengatakan beberapa fakta tersebut di antaranya adalah terputusnya tali pusar saat bayi ditemukan. Padahal untuk memutus tali pusar dibutuhkan benda tajam lantaran kondisinya yang kuat.

"Kalau hanya ditarik apalagi kondisi pasien masih lemas kelihatannya tidak mungkin, karena tali pusar itu kuat, jadi harus pakai alat. Kami masih belum tahu apakah dia bawa alat untuk memotong atau digigit," kata Aris Setiawan, Jumat (11/1/2019).

Fakta lain adalah posisi bayi saat ditemukan di dalam toilet, kedua kaki bayi dan sebagian badan berada di dalam lubang kloset, sedangkan bagian kepala dan tangah di luar lubang. Kondisi ini mengindikasikan tidak mungkin bayi tersebut keluar dari rahim dan langsung masuk ke dalam kloset.

"Karena kalau secara normal bayi itu keluar pasti kepalanya, memang ada kemungkinan tidak demikian tapi kecil. Terkait ini kami tidak berani menyimpulkan, karena yang bersangkutan tidak pernah periksa kehamilan sebelumnya, apakah sungsang atau tidak," imbuh Aris.

Sedangkan menurut Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung, Ipda Retno Puji, kondisi bayi saat pertama kali ditemukan dalam kondisi bersih, hal ini diduga akibat disiram oleh ibu bayi.

"Tubuhnya sudah bersih yang ada darahnya itu di sekitar ibu bayi, karena posisi berdiri dan darah terus mengucur," kata Retno di Polres Trenggalek.

Saat ini perkara ini masih dalam proses penyelidikan oleh UPPA Polres Tulungagung. Sejumlah barang bukti juga diamankan untuk memperkuat proses hukum lebih lanjut. Polisi juga akan mencari ayah biologis bayi tersebut.


(detik.com)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Jumat, 07 Agu 2026 16:48

    Usai Keracunan Massal Papua, BGN Bekukan Sementara SPPG dan Lakukan Investigasi

    Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait penyaluran makanan di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, usai dugaan keracunan

  • Jumat, 07 Agu 2026 16:42

    Keracunan MBG Papua, BGN Ungkap Arah Dugaan Penyebab

    Ratusan pelajar di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, dilaporkan mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden Keracunan MBG Papua ini tengah ditangani otorit

  • Jumat, 07 Agu 2026 16:34

    Dua WN India Bawa 'Oleh-Oleh' dari Thailand, Isinya Paket Ganja Rp1,5 Miliar

    Petugas Bea Cukai Ngurah Rai dan Satresnarkoba Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai mengungkap kasus penyelundupan narkotika dan menangkap dua warga negara asing (WNA) asal India. Kedua warga asi

  • Jumat, 07 Agu 2026 16:22

    Napi Kabur Saat Izin Makan Siang, Kalapas dan KPLP Pekanbaru Dicopot

    PEKANBARU â€" Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, resmi dicopot dari jabatannya menyusul kasus kaburnya seorang tahanan perkara narkotika berinisial ISD yang sebelum

  • Jumat, 07 Agu 2026 16:18

    Komisi III DPRD Riau Bongkar Dugaan Kebocoran PAD, Perusahaan Miliki Ratusan Kendaraan tapi yang Bayar Pajak Hanya Segelintir

    PEKANBARU â€" Potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau kembali menjadi sorotan. Komisi III DPRD Riau menemukan indikasi mencengangkan, ada perusahaan yang saat mengurus perizinan m

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki