Kamis, 28 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Tragedi Mengerikan, Satu Keluarga di Indramayu Tewas Terkubur

Peristiwa,

Tragedi Mengerikan, Satu Keluarga di Indramayu Tewas Terkubur

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 02 Sep 2025 09:19
Berita satu.com
Suasana tenang di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, pada Senin (1/9/2025) malam mendadak pecah oleh jeritan warga. Bukan kabar biasa yang datang, melainkan penemuan jasad lima anggota keluarga yang terkubur di dalam rumah mereka sendiri.

Budi (45), istrinya Euis, sang ayah mertua Syahroni (70), anak perempuan kecil yang baru duduk di bangku kelas 1 SD, dan seorang bayi laki-laki berusia 8 bulan. Semua ditemukan tak bernyawa, dikubur berdekatan dengan pohon nangka di halaman dalam rumah, tempat yang seharusnya menjadi ruang aman keluarga kecil itu.

Ami (35), tetangga dekat, masih tak percaya saat menyebut nama korban. “Katanya perampokan. Korbannya ada 5 orang,” ujarnya dengan suara gemetar.

Ia mengingat kembali, ada hal janggal beberapa hari sebelumnya. Sabtu (30/8/2025) dini hari, dua mobil pikap sempat berhenti di depan rumah korban. Tidak ada yang menyangka, itu mungkin detik-detik menjelang tragedi.

Dugaan sementara, peristiwa mengerikan itu sudah berlangsung tiga hingga empat hari sebelum akhirnya terbongkar. Rumah yang biasanya ramai oleh canda anak-anak mendadak sunyi. Baru ketika bau tak sedap tercium, warga berani memastikan kebenaran.

Evakuasi dilakukan aparat kepolisian dengan hati-hati. Satu per satu jenazah keluarga itu diangkat dari tanah, sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Losarang untuk diautopsi. Polisi segera memasang garis polisi, sementara penyidik bekerja mengungkap motif dan mencari pelaku.

Bagi warga Paoman, malam itu akan sulit dilupakan. Bukan hanya kehilangan tetangga, tapi juga menyaksikan betapa rapuhnya rasa aman ketika sebuah keluarga bisa habis seketika dalam rumah yang mereka tinggali.

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam di mana seorang ayah, seorang ibu, seorang kakek, seorang bocah kecil, dan bayi tak berdosa. Lima nyawa melayang, menyisakan tanda tanya besar: siapa yang tega, dan mengapa keluarga itu harus meregang nyawa dengan cara sekejam ini?.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Kamis, 28 Mei 2026 18:01

    Penguatan Transmisi Jadi Sorotan dalam Perbaikan Sistem Kelistrikan Sumatera

    JAKARTA - Blackout di Sumatera harus menjadi pengingat pentingnya penguatan jaringan transmisi untuk menjaga pasokan listrik di wilayah tersebut. Jaringan interkoneksi Sumatera yang membentang lintas

  • Kamis, 28 Mei 2026 17:57

    Dukung Ketahanan Pangan, BRI Salurkan KUR Rp65,9 Triliun Jangkau 558 Ribu Petani dan 23 Ribu Nelayan

    JAKARTA - Penguatan fondasi ekonomi kerakyatan menjadi fokus PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dalam menyalurkan pembiayaan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. Upaya ini d

  • Kamis, 28 Mei 2026 17:55

    Menteri PU Targetkan 93 Sekolah Rakyat Tahap II Rampung Juni 2026

    JAKARTA - Pemerintah mempercepat penyelesaian pembangunan sekolah rakyat tahap II agar seluruh proyek rampung pada 20 Juni 2026 dan siap digunakan pada tahun ajaran 2026/2027 di Juli.Hingga 25 Mei 202

  • Kamis, 28 Mei 2026 17:50

    Kemendag Take Down 2.639 Iklan Elektronik Bermasalah hingga Maret 2026

    JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta penurunan (take down) 2.639 iklan elektronik yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan melalui patroli siber pada 21 platform

  • Kamis, 28 Mei 2026 17:43

    Kemenag Dukung Aparat Usut Kasus Pembubaran Ibadah di Gereja Bantul

    JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menyesalkan peristiwa pembubaran ibadah di Gereja Misa Sejahtera, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kemenag juga menegaskan dukungannya terhadap langkah a

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.