Rabu, 10 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Turun Tangan Polisi-DPRD Buntut Wisatawan Tebing Apparalang Tewas Tenggelam

Turun Tangan Polisi-DPRD Buntut Wisatawan Tebing Apparalang Tewas Tenggelam

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 10 Jun 2026 09:46
Bulukumba - Polisi menyelidiki insiden gadis bernama Elmi Febrianti (17) tewas tenggelam di kawasan wisata tebing Apparalang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sementara itu, DPRD Bulukumba telah memanggil pengelola wisata tersebut guna melakukan rapat dengar pendapat (RDP).

Polres Bulukumba turun tangan dalam penyelidikan ini setelah menerima laporan dari keluarga korban pasca-insiden. Penyelidikan dimulai untuk mengetahui secara objektif terkait kronologi kejadian hingga mengusut dugaan kelalaian di balik tewasnya korban.

"Setelah laporan diterima, kami akan melakukan serangkaian penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi, pihak pengelola objek wisata, serta mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti yang diperlukan," ujar Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Andi Imran Hamid saat dimintai konfirmasi, Selasa (10/6/2026).

"Penyelidikan ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat unsur pidana atau kelalaian dalam peristiwa tersebut. Kami akan bekerja secara profesional, transparan, dan berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan," tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto mengatakan kawasan wisata Apparalang telah ditutup dengan pemasangan garis polisi di lokasi. Pihaknya menekankan langkah tersebut untuk mencegah insiden serupa.

"(Ditutup untuk) Mencegah kejadian berulang. Dan untuk kepentingan penyelidikan," ujar AKBP Restu.

RDP di DPRD Bulukumba
Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Syahruni Haris mengatakan pihaknya telah melakukan RDP dengan pengelola kawasan wisata pada Selasa (9/6). Pihak pemerintah daerah juga hadir di kawasan tersebut.

"Tadi ini dan sementara berlangsung dipimpin oleh ketua Komisi B itu melakukan RDP dengan memanggil pengelola yang ada di situ, kadis pariwisata, dan beberapa kalangan lainnya, tokoh masyarakat. Dari tim Basarnas juga kita undang," ujar Syahruni kepada detikSulsel.

Dalam RDP, Syahruni mengaku menyoroti sistem keamanan di lokasi wisata tersebut. Dia menyebut kawasan itu tidak memiliki instrumen keamanan yang distandarisasi untuk aktivitas wisatawan di area pantai atau laut.

"Saya melihat memang itu tidak ada sama sekali instrumen untuk menjaga keamanan pengunjung. Kan mestinya, saya analogikan begini, biasanya itu di pantai ada namanya penjaga pantai, karena itu SOP. Semua garis pantai yang melibatkan banyak wisatawan itu harus ada SOP minimal ada penjaga, ada instrumen seperti ban atau pelampung yang sifatnya bisa menolong. Sementara itu tidak ada sama sekali. Saya pernah ke sana, memang hampir dibilang tidak ada," papar Syahruni.

Terkait sorotan itu, Syahruni menyebut pengelola lebih banyak diam. Di sisi lain, kata Syahruni, pihak pengelola mengaku sudah lama mencoba untuk menggandeng pemerintah daerah dalam pengelolaan wisata di Apparalang agar pengawasan bisa lebih baik.

"Tadi dia (pengelola) sampaikan bukan ada kecelakaan baru mau kerja sama. Dia sudah mencoba cuma belum ada titik temu antara pemerintah daerah dengan dia," katanya.

Syahruni pun menekankan agar RDP ini menjadi langkah awal untuk bisa mengevaluasi kawasan wisata tersebut. Dia tidak ingin kejadian yang menewaskan gadis ABG bernama Elmi Febrianti (17) terulang di kemudian hari.

"Saya tekankan tadi mesti ada jalan keluar, tidak boleh lagi diabaikan supaya ada penanggung jawab pengelolaan. Kalau ada penanggung jawab pengelolaan kan tentu kawasan itu difasilitasi dengan standar keamanan pengunjung," ucapnya.

"Ke depan kita akan melakukan penelusuran legal standing supaya ada penyelesaian status pengelolaan. Baik swasta maupun pemerintah itu harus menyiapkan standarisasi keamanan," sambungnya.

Syahruni menambahkan, ada beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kawasan wisata di Bulukumba agar lebih aman bagi pengunjung. Jika keputusannya diambil alih oleh pemerintah, maka perlu ada hitung-hitungan khusus untuk mengganti pengeluaran yang telah dikeluarkan pengelola saat ini.

"Atau pemerintah daerah mengambil alih dengan catatannya adalah ada pengeluaran-pengeluaran, pribadi, atau kelompok, yang dikeluarkan oleh pengelola sebelumnya itu kita akan nilai. Tentu ada tim independen atau tim audit yang akan menilai. Tim inspektorat pun kita akan libatkan untuk menilai berapa nilai aset yang ada di situ untuk bentuk perjanjian dengan pihak pengelola sebelumnya," jelasnya.

Gadis ABG Tewas Tenggelam di Pantai Apparalang
Elmi Febrianti tenggelam di kawasan wisata Apparalang, Desa Lembanna, Kecamatan Bonto Bahari, Minggu (7/6) sekitar pukul 14.30 Wita. Diketahui, korban awalnya sedang berlibur bersama keluarga di lokasi.

Elmi bersama temannya saat itu mendatangi spot foto di tebing Apparalang. Namun tiba-tiba ombak menghantam korban hingga akhirnya terjatuh ke laut.

"Penyebab terkena hempasan ombak di pinggiran tebing tempat spot foto Apparalang dan membuat korban terjatuh," kata Hasbullah kepada detikSulsel, Minggu (7/6/2026).

Korban sempat terombang-ambing di lautan tanpa pertolongan sebelum dinyatakan hilang. Hal itu terekam kamera yang videonya viral di media sosial.

"Kalau melihat kondisi sepertinya tidak ada (yang langsung memberikan pertolongan usai korban terjatuh dari tebing Apparalang)," kata Hasbullah.

Dari video beredar, tampak korban terombang-ambing di lautan dekat tebing Apparalang. Korban tampak berulang kali melambaikan tangan meminta pertolongan.

"Foto-foto ki tadi di situ di pinggir sekali, demi foto kasihan," kata salah satu wanita perekam video dikutip detikSulsel, Minggu (7/6/2026).

Korban terlihat kesulitan berenang. Korban beberapa kali timbul tenggelam di perairan akibat arus deras di lokasi.

"Foto-foto ki di pinggir dikena ombak," kata wanita sambil merekam kondisi korban yang belum juga mendapat pertolongan.

Perekam video terdengar masih berbincang dengan rekannya saat korban masih berupaya menyelamatkan diri. Sejumlah orang tampak melihat korban dari atas tebing Apparalang.

Perekam video terdengar sempat berteriak ke arah rombongan orang di atas tebing. Selang beberapa waktu, korban tidak lagi bergerak selama video berdurasi 3 menit 55 detik itu direkam.

"Tidak ada sekali orang mau bantu, na lihat-lihati ji," kata wanita perekam video saat melihat korban tidak lagi bergerak.

Tim SAR gabungan kemudian berhasil menemukan Elmi di hari yang sama. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Korban telah ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia," kata Hasbullah kepada detikSulsel, Senin (8/6).

Hasbullah mengatakan korban ditemukan pada pukul 23.58 Wita, Minggu (7/6). Setelah ditemukan, jenazah korban kemudian langsung dievakuasi.

"Telah diserahkan kepada keluarga korban,"(DETIK.COM).

Sumber: https://www.detik.com/sulsel/berita/d-8525461/turun-tangan-polisi-dprd-buntut-wisatawan-tebing-apparalang-tewas-tenggelam#google_vignette

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.