Kamis, 28 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Waspadai Penyakit dari Daging Babi, Ada Lima Hewan Penyebar Penyakit Berbahaya Seperti Virus Corona

Waspadai Penyakit dari Daging Babi, Ada Lima Hewan Penyebar Penyakit Berbahaya Seperti Virus Corona

Salah seorang pedagang di pasar KUD yg tak ingin di sebut namanya ( je ) ,menyampaikan harapan kepada pemerintah cepat tangap dan bertindak tegas.
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 31 Mar 2020 20:00
Istimewa
Salah seorang pedagang di pasar KUD yg tak ingin di sebut namanya ( je ) ,menyampaikan harapan kepada pemerintah cepat tangap dan bertindak tegas.
Tanjungpinang - (Covid-19) Virus corona masih merebak dan membuat panik masyarakat kota Tanjungpinang.Dugaan salah satu pedagang di Pasar KUD yg tak mau disebut namanya (je), ia menjelaskan pemerintah lambat dalam pencegahan covid-19 virus corana penyakit ini cepat merabak.di pasar ikan tempat penjualan daging hewan-hewan liar atau babi. Selasa ,(31/03/2020)

kematian terinfeksi virus corona capai 2.700 orang di cina. Namun, Virus Corona jenis baru ini bukan satu-satunya penyakit yang berasal dari hewan, dan kemudian menular antar manusia.

Dilansir VOA Indonesia, setidaknya ada 5 hewan lain yang juga bertanggung jawab terhadap penyebaran penyakit berbahaya untuk manusia. Apa saja?

1. Ebola â€" Kelelawar
Ebola adalah penyakit yang disebabkan Virus Ebola. Penyakit ini diyakini bermula dari kontak antara manusia dan kelelawar buah, hewan yang membawa Virus Ebola.

simpanse, gorila dan babun juga diteliti membawa Ebola. Ini diduga karena mereka memakan sisa buah yang dimakan kelelawar.

Daging babi jadi salah satu daging yang paling banyak dimakan di seluruh dunia. 38 persen produksi daging di dunia adalah daging babi. Daging babi sangat populer di Asia Timur, Asia Tenggara, Eropa, Afrika Sub-Sahara, Amerika Utara, Amerika Selatan dan Oseania.

Terlepas dari larangan beberapa kepercayaan mengenai makan daging babi, nyatanya babi adalah binatang yang kotor. Itu karena babi memakan apa pun yang mereka temukan, termasuk kotoran.

Itu sebabnya babi dikenal sebagai penghilang limbah. Babi sering memakan serangga, kotoran mereka sendiri hingga bangkai hewan mati. Gak terkecuali jika bangkai tersebut adalah anak mereka sendiri.

 Meskipun kaya akan protein, kamu pun perlu mempertimbangkan bahaya apa saja risiko yang mengancam dari konsumsi daging babi. Berikut beberapa yang paling penting di antaranya.

1. Ada banyak racun yang terkandung dalam jaringan lemak babi karena proses pencernaan mereka yang terlalu cepat.

Ada alasan kenapa daging babi lebih beracun daripada daging hewan ternak lainnya. Itu karena sistem pencernaan babi yang lebih cepat. Ia hanya membutuhkan waktu empat jam untuk mencerna dalam sistem pencernaannya, sementara hewan lain, seperti sapi membutuhkan waktu hingga 24 jam.

Padahal proses pencernaan itu penting untuk menyingkirkan racun dan komponen yang membahayakan kesehatan tubuh. Karena proses pencernaan yang terlalu cepat, membuat racun yang ada dalam makanan masih tersimpan dalam jaringan lemaknya. 

2. Racun dalam babi pun disebabkan karena mereka memiliki sedikit sekali kelenjar keringat

Masalah lain dengan babi adalah mereka memiliki sedikit sekali kelenjar keringat fungsional dan gak bisa berkeringat sama sekali. Padahal, kelenjar keringat sangat penting untuk menyingkirkan racun. Itu sebabnya ada banyak sekali racun pada tubuh babi.

Jika kamu mengonsumsi daging babi, kamu akan mendapatkan semua racun yang gak tersingkir tersebut. Padahal tubuh manusia pun perlu mengeluarkan racun, salah satunya dengan memilah-milah makanan. Itu sebabnya, kamu perlu memikirkan untuk menghindari produk babi. 

Daging babi dan olahannya meningkatkan risiko kanker dan virus corona covid-19.

Salah seorang pedagang di pasar KUD yg tak ingin di sebut namanya ( je ) ,menyampaikan harapan kepada pemerintah cepat tangap dan bertindak tegas. (Ravi)
komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.