Senin, 06 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • BPN Prabowo: Jangan Sebar Kabar Bohong Demi Raih Swing Voters

Politik

BPN Prabowo: Jangan Sebar Kabar Bohong Demi Raih Swing Voters

Senin, 11 Mar 2019 14:59
Detik.com
JAKARTA - Pemilih yang belum menentukan pilihan atau swing voters disebut sebagai dinamika dalam pemilu. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pun berharap lebih mendapatkan simpati dari swing voters.

"Sudah menjadi sangat sewajarnya bisa seluruh paslon (pasangan calon) termasuk juga seluruh calon anggota DPR untuk memaksimalkan usaha mereka untuk meyakinkan ada pilihan yang layak untuk mereka rujuk," ucap Wakil Ketua Dewan Penasihat BPN Prabowo-Sandiaga, Hidayat Nur Wahid, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/3/2019).

Fenomena swing voters disebut Hidayat terjadi karena mereka termasuk sebagai kelompok pemilih cerdas dan optimis akan perbaikan. Hidayat pun meminta agar cara-cara menarik simpati swing voters tidak melanggar Undang-Undang Pemilu.

"Jangan menyebarkan kabar bohong, jangan mempergunakan fasilitas negara, jangan tidak cuti, jangan kemudian mengerahkan ASN dan sebagainya, supaya menghadirkan simpati dari para swing voters. Sebab kalau itu yang mereka lakukan, swing voters akan tidak mendukung bahkan akan mendukung yang akan melaksanakan kampanye sesuai dengan aturan yang diberlakukan oleh KPU maupun Bawaslu," tutur Hidayat.

Sebagai sedikit gambaran dari hasil survei SMRC, angka undecided voters atau swing voters masih 13 persen. Dari survei itu pula menyebutkan bila 13 persen swing voters itu lebih cenderung pada Prabowo-Sandiaga, tetapi Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin disebut tetap unggul.

Menurut Hidayat, hal itu sesuai dengan apa yang dijelaskannya. Hidayat menyebut itu hal wajar karena swing voters ini disebutnya memilih presiden baru karena presiden lama dinilai tidak bisa melaksanakan program atau janji kampanyenya.

"Bahkan dalam debat publik pun beragam informasi yang disampaikan ternyata tidak benar. Sementara orang akan mengatakan, ya sudah, tidak sesuai dengan harapan. Yang ini ya belum terbukti. Nanti kita buktikan saja 5 tahun yang akan datang terbukti atau tidak. Kalau ternyata tidak tebukti dan tidak sesuai dengan harapan ya nanti diganti lagi," pungkasnya.



Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Minggu, 05 Jul 2026 19:56

    Restrukturisasi AI: Ancaman Bagi Yang Diam, Peluang Bagi Yang Belajar

    Angka 80% perusahaan global melakukan restrukturisasi tim akibat adopsi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI) bukan lagi sekadar wacana futuristik. Gelombang ini telah menghantam pesisir

  • Minggu, 05 Jul 2026 17:28

    5 Rekomendasi Kolam Renang Seru di Jakarta untuk Liburan Keluarga

    JAKARTA - Renang bukan sekadar olahraga yang menyehatkan, melainkan juga menjadi salah satu aktivitas rekreasi yang paling seru untuk anak-anak. Bermain air, meluncur di perosotan, hingga sekadar

  • Minggu, 05 Jul 2026 17:25

    Hindari Makanan Ini Biar Ginjalmu Tetap Sehat!

    JAKARTA - Kalau kamu punya penyakit ginjal, sangat penting buat selalu memantau asupan natrium (garam), kalium, dan fosfor. Ginjal itu punya tugas berat, mulai dari menyaring darah, membuang zat

  • Minggu, 05 Jul 2026 17:23

    5 Lokasi Wellness Retreat di Indonesia, Bikin Healing Jadi Maksimal

    JAKARTA - Lagi merasa lelah sama rutinitas dan butuh detox dari stres harian? Salah satu cara paling oke untuk menyeimbangkan tubuh dan pikiran adalah wellness retreat, liburan yang fokus dengan

  • Minggu, 05 Jul 2026 17:22

    Sudah Kenyang tapi Masih Ingin Makan Terus? Ini Cara Mengatasinya

    JAKARTA - Pernah merasa baru saja selesai makan dalam porsi besar, tetapi tak lama kemudian muncul keinginan untuk makan lagi? Jika kondisi ini terjadi sesekali mungkin masih tergolong

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor